Mengenal Melasti, Ritual Penyucian Diri jelang Nyepi
- 18 Mar 2026 15:59 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Melasti merupakan upacara yadnya yang bertujuan membersihkan diri secara lahir dan batin menjelang Hari Raya Nyepi
- Melasti dilakukan dengan mendatangi sumber air seperti laut, danau, atau mata air suci
- Melasti diyakini mampu menghilangkan penderitaan serta membersihkan unsur negatif dalam kehidupan
RRI.CO.ID, Jakarta - Menjelang Hari Raya Nyepi, umat Hindu di Bali melaksanakan upacara Melasti sebagai ritual penyucian diri. Tradisi ini menjadi bagian penting dalam rangkaian menyambut Tahun Baru Saka setiap tahunnya.
Mengutip laman resmi Kelurahan Padangsambian Denpasar, Melasti merupakan upacara yadnya yang bertujuan membersihkan diri secara lahir dan batin. Prosesi ini dilakukan dengan mendatangi sumber air seperti laut, danau, atau mata air suci.
Dalam ajaran Hindu, air dipercaya memiliki kekuatan untuk menyucikan kehidupan manusia. Karena itu, Melasti dimaknai sebagai upaya menghilangkan kotoran fisik maupun spiritual.
Makna Melasti juga dijelaskan dalam lontar kuno seperti Lontar Sunarigama dan Sanghyang Aji Swamandala. Naskah tersebut menyebutkan bahwa Melasti bertujuan meningkatkan keimanan serta bakti kepada Tuhan.
Selain itu, Melasti diyakini mampu menghilangkan penderitaan serta membersihkan unsur negatif dalam kehidupan. Upacara ini juga menjadi sarana menjaga keseimbangan antara manusia dan alam.
Melasti tidak sekadar ritual tahunan, tetapi memiliki makna filosofis yang mendalam. Berikut prosesi sakral dalam upacara Melasti:
• Ngiring Prewatek Dewata
Melasti diawali dengan pemujaan kepada Tuhan beserta seluruh manifestasinya. Prosesi ini bertujuan mengikuti tuntunan ilahi agar manusia memperoleh kekuatan suci dalam kehidupan.
Simbol-simbol keagamaan diarak sebagai wujud kehadiran kekuatan suci di tengah masyarakat. Dengan demikian, umat diharapkan semakin dekat dengan nilai-nilai spiritual.
• Anganyutaken Laraning Jagat
Melasti dimaknai sebagai upaya menghanyutkan penderitaan yang ada di masyarakat. Ritual ini juga menjadi pengingat untuk menghilangkan berbagai penyakit sosial.
Nilai tersebut mencakup upaya mengurangi konflik, permusuhan, serta berbagai masalah sosial lainnya. Dengan begitu, kehidupan masyarakat dapat menjadi lebih damai.
• Papa Klesa
Melasti mengajarkan umat untuk membersihkan diri dari sifat-sifat buruk yang merugikan. Sifat tersebut antara lain keserakahan, amarah, egoisme, serta ketakutan berlebihan.
Dengan mengendalikan sifat negatif tersebut, manusia diharapkan mampu menjalani kehidupan lebih bijak. Hal ini juga menjadi bagian dari upaya mencapai ketenangan batin.
• Letuhing Bhuwana
Melasti juga memiliki makna menjaga kebersihan dan kelestarian alam. Umat diajak untuk menghindari perilaku yang dapat merusak lingkungan.
Kesadaran ini penting untuk menciptakan hubungan harmonis antara manusia dan alam. Dengan demikian, keseimbangan kehidupan dapat tetap terjaga.
• Ngamet Saringing Amerta Ring Telenging Segara
Melasti dimaknai sebagai upaya mengambil sari kehidupan dari alam semesta. Laut menjadi simbol sumber kehidupan yang memberikan keseimbangan spiritual.
Melalui Melasti, umat diharapkan mampu memperkuat kehidupan batin, agar tercipta keselarasan antara jasmani dan rohani. Tradisi ini menjadi pengingat pentingnya menjaga kesucian diri serta keharmonisan dengan alam dan Tuhan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....