Mengenal Pecalang, Polisi Adat saat Hari Raya Nyepi
- 18 Mar 2026 15:05 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Pecalang menjaga kondusivitas saat Nyepi.
- Tugas Pecalang utamanya memastikan Catur Brata Penyepian dijalankan.
- Hanya Pecalang yang diperbolehkan beraktivitas di luar selama Nyepi.
RRI.CO.ID, Jakarta - Pecalang bisa dikatakan merupakan satuan tugas keamanan tradisional di Bali yang bertugas menjaga ketertiban masyarakat adat. Peran mereka menjadi garda terdepan dalam menjaga kondusivitas saat Nyepi berlangsung.
Melansir laman Kementerian Agama Kecamatan Badung, Saat Nyepi berlangsung, masyarakat menjalankan Catur Brata Penyepian (empat pantangan yang wajib dipatuhi umat Hindu) selama 24 jam penuh. Dalam kondisi ini, pecalang melakukan patroli untuk memastikan aturan dipatuhi.
Tugas pecalang dimulai sejak sebelum Nyepi melalui pengamanan rangkaian upacara adat. Mereka mengawal prosesi Melasti (ritual penyucian diri) dan Pengerupukan agar berjalan tertib dan sesuai aturan.
Saat hari H Nyepi, pecalang menegakkan Catur Brata Penyepian secara ketat. Aturan ini meliputi tidak menyalakan api, tidak bekerja, tidak bepergian, dan tidak bersenang-senang.
Selain patroli, pecalang juga menjaga suasana tetap tenang dan kondusif di lingkungan desa adat. Mereka bertindak dengan pendekatan humanis namun tetap tegas dalam menegur pelanggaran.
Keberadaan pecalang saat Nyepi membuat seluruh wilayah Bali tetap tertib meski tanpa aktivitas publik. Bahkan, hanya pecalang yang terlihat berjaga di luar rumah selama perayaan berlangsung
Dengan peran tersebut, pecalang bukan hanya penjaga keamanan biasa. Mereka menjadi simbol harmoni antara adat, agama, dan kehidupan kemasyarakatan di Bali.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....