Mengenal Tari Kabasaran, Tarian Perang Khas Minahasa
- 23 Feb 2026 16:30 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID Jakarta - Tari Kabasaran merupakan salah satu tarian tradisional khas Sulawesi Utara yang berasal dari Suku Minahasa. Tarian ini dikenal sebagai tarian perang yang menggambarkan keberanian dan semangat para prajurit pada masa lampau.
Secara historis, Tari Kabasaran ditampilkan oleh para pria Minahasa yang berperan sebagai penjaga dan pelindung kampung. Tarian ini disebut sebagai simbol kesiapsiagaan masyarakat Minahasa dalam menghadapi ancaman.
Nama ‘Kabasaran’ diyakini berasal dari kata yang bermakna meniru gerakan dua ayam jantan yang sedang bertarung. Hal tersebut terlihat dari gerakan tegas, hentakan kaki, serta ekspresi wajah penari yang penuh wibawa dan energi.
Pada masa lalu, tarian ini bersifat sakral dan hanya ditarikan oleh keturunan tertentu yang disebut waranei atau prajurit. Senjata yang digunakan, seperti pedang dan tombak, bahkan diwariskan secara turun-temurun dalam keluarga penari.
Kostum yang dikenakan didominasi warna merah sebagai lambang keberanian. Para penari juga mengenakan penutup kepala berhias bulu serta membawa senjata tradisional seperti santi dan wengkouw.
Tarian ini biasanya diiringi alat musik tradisional Minahasa seperti gong, tambur, dan kolintang. Irama musik yang dinamis memperkuat kesan gagah dan heroik dalam setiap gerakannya.
Seiring perkembangan zaman, fungsi Tari Kabasaran tidak lagi sebagai ritual perang. Kini tarian tersebut lebih sering dipentaskan dalam acara adat, penyambutan tamu kehormatan, hingga festival budaya daerah.
Meski telah mengalami pergeseran fungsi, nilai sejarah dan budaya dalam Tari Kabasaran tetap dijaga. Tarian ini menjadi salah satu identitas penting masyarakat Minahasa sekaligus kebanggaan budaya Sulawesi Utara.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....