Festival Lentera, Tradisi Lampion setelah Tahun Baru Imlek
- 17 Feb 2026 12:45 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Festival Lentera Tiongkok (Yuan Xiao Jie atau Festival Yuanxiao), dirayakan pada hari ke-15 bulan pertama kalender lunar. Perayaan ini berlangsung dua minggu setelah Tahun Baru Imlek dan menjadi salah satu tradisi penting dalam budaya Tiongkok.
Festival ini menandai bulan purnama pertama tahun lunar baru dan akhir periode Tahun Baru Imlek (Festival Musim Semi). Festival Lentera Tiongkok 2026 akan dirayakan pada 3 Maret mendatang.
Pada malam Festival Lentera Tiongkok, jalan-jalan dihiasi dengan lentera berwarna-warni, seringkali dengan teka-teki tertulis di atasnya. Orang-orang makan bola beras manis yang disebut tangyuan, menonton tarian naga dan singa, serta menyalakan kembang api.
Usai festival ini, berbagai pantangan Imlek umumnya tidak lagi diberlakukan dan dekorasi tahun baru mulai diturunkan. Bahkan, sebagian orang baru kembali bekerja atau belajar setelahnya.
Lampion yang dinyalakan melambangkan harapan untuk melepaskan masa lalu. Cahaya lampion juga menjadi simbol penyambutan tahun baru dengan keberuntungan dan kebahagiaan.
Secara historis, asal-usul festival ini memiliki beberapa versi, salah satunya adalah ketika Kaisar Hanmingdi memerintahkan penyalaan lampion untuk menghormati Buddha. Tradisi itu kemudian berkembang menjadi festival rakyat besar.
Legenda lain menceritakan tentang Kaisar Giok yang murka karena burung bangau kesayangannya dibunuh penduduk desa. Ia berniat membakar desa pada hari ke-15 bulan lunar, tetapi putrinya memperingatkan warga.
Atas saran seorang bijak, penduduk menggantung lampion merah agar desa tampak seperti sudah terbakar. Kaisar tertipu, desa selamat, dan tradisi menyalakan lampion merah pun terus dilestarikan hingga kini.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....