Mengenal Cap Go Meh, Puncak Perayaan Tahun Baru Imlek

  • 16 Feb 2026 16:30 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Cap Go Meh dikenal sebagai puncak rangkaian perayaan Tahun Baru Imlek. Perayaan ini jatuh pada hari ke-15 setelah Tahun Baru Imlek dan sekaligus menandai berakhirnya rangkaian Festival Musim Semi.

Melansir laman fib.ui.ac.id, secara etimologis, istilah Cap Go Meh berasal dari dialek Hokkien yang berarti “malam kelima belas”. Dalam tradisi Tionghoa, hari ke-15 bulan pertama kalender lunar juga dikenal sebagai Festival Lampion atau Yuan Xiao Jie.

Festival ini memiliki akar sejarah lebih dari dua ribu tahun di Tiongkok. Sejumlah literatur sejarah mencatat tradisi menyalakan lampion telah berlangsung sejak Dinasti Han sebagai simbol penerangan dan harapan baru.

Sedangkan secara filosofis, Cap Go Meh menjadi simbol terang setelah gelapnya musim dingin dan awal baru yang penuh harapan. Lampion yang dinyalakan melambangkan doa agar kehidupan di tahun mendatang senantiasa bercahaya dan membawa keberuntungan.

Cap Go Meh lebih dari sekadar penutup perayaan. Pada hari tersebut, keluarga berkumpul, berdoa di klenteng, serta menyaksikan pertunjukan budaya seperti barongsai, naga, dan festival lampion.

Di Indonesia, Cap Go Meh berkembang melalui proses akulturasi budaya Tionghoa dan lokal. Salah satu perayaan terbesar berlangsung di Singkawang, Kalimantan Barat, yang dikenal dengan tradisi Tatung dan telah menjadi agenda wisata budaya nasional.

Dalam tradisi kuliner, Cap Go Meh identik dengan sajian tangyuan atau ronde manis berisi pasta kacang atau wijen. Bentuk bulat tangyuan melambangkan kebersamaan dan keutuhan keluarga.

Selain itu, di sejumlah daerah Indonesia berkembang hidangan khas Cap Go Meh seperti lontong Cap Go Meh. Menu ini merupakan hasil akulturasi budaya Jawa dan Tionghoa yang mencerminkan dinamika budaya Nusantara.

Dengan demikian, Cap Go Meh bukan hanya penutup perayaan Imlek. Ia menjadi representasi harmoni, kebersamaan, serta akulturasi budaya yang terus hidup di tengah masyarakat Indonesia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....