Dahlia Gandeng Lima Desainer Tampil di IFW 2026, Terjemahkan Aroma ke Fashion
- 30 Jul 2026 23:28 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Lima desainer Indonesia menampilkan koleksi busana yang terinspirasi dari aroma Dahlia Heritage Series Teh Keraton di Indonesia Fashion Week 2026.
- Pendekatan kreatif unik dimulai dari pengalaman menikmati keharuman, bukan dari warna atau sketsa konvensional.
- Dahlia Air Freshener berperan sebagai The Signature Scent IFW 2026, menggabungkan aromaterapi dengan dunia fesyen untuk pengalaman pengunjung yang lebih komprehensif.
RRI.CO.ID, Jakarta - Lima desainer Indonesia menghadirkan koleksi busana yang terinspirasi dari aroma Dahlia Heritage Series Teh Keraton dalam gelaran Indonesia Fashion Week (IFW) 2026. Konsep tersebut menghadirkan pendekatan berbeda, di mana proses kreatif tidak dimulai dari warna atau sketsa, melainkan dari pengalaman menikmati keharuman.
Kolaborasi tersebut merupakan bagian dari kerja sama Dahlia Air Freshener sebagai The Signature Scent IFW 2026. Melalui kolaborasi itu, aroma dipadukan dengan dunia fesyen untuk menghadirkan pengalaman yang lebih utuh bagi pengunjung.
President Director PT Unitama Sari Mas, Anne Wonsono, mengatakan aroma memiliki peran penting dengan unsur visual dalam pertunjukan fesyen. Menurutnya, keharuman mampu membangun suasana sekaligus meninggalkan kesan yang bertahan lama.
"Selama bertahun-tahun, fashion berbicara melalui warna, siluet, dan material. Namun kami percaya ada satu elemen lain yang sama kuatnya, yaitu aroma,” kata Anne, di Jakarta International Convention Center, Jakarta, Selasa, 29 Juli 2026.
“Sebuah wewangian mampu membangun suasana bahkan sebelum sebuah karya dilihat. Sekaligus meninggalkan kesan yang bertahan lama setelah acara selesai," ujarnya.
Anne menjelaskan kehadiran Dahlia di IFW 2026 juga menjadi upaya memperkenalkan fragrance sebagai bagian dari gaya hidup. Menurutnya, kemewahan tidak selalu identik dengan sesuatu yang eksklusif, tetapi juga dapat dihadirkan melalui suasana yang hangat dan nyaman.
Lima desainer yang terlibat dalam kolaborasi ialah ADITH, Susan Zhuang, Misan Kopaka, Vida Rukmawati dari Simpull, dan BT Batik Trusmi. Masing-masing menerjemahkan karakter aroma Teh Keraton ke dalam koleksi dengan identitas yang berbeda.
ADITH menghadirkan koleksi Chronicle yang terinspirasi dari ketenangan aroma Teh Keraton. Sementara Susan Zhuang membawa koleksi Allure yang menonjolkan kesan anggun dan feminin.
Misan Kopaka menghadirkan Majestic Threads yang mengangkat nilai kehangatan keluarga. Di sisi lain, Vida Rukmawati melalui koleksi Arumdhatu memadukan warisan budaya Indonesia dengan sentuhan modern.
BT Batik Trusmi melengkapi kolaborasi tersebut melalui koleksi The Scent of Grace. Koleksi itu menggambarkan sosok perempuan Indonesia yang anggun, lembut, dan memiliki karakter kuat.
Puncak kolaborasi tersebut ditampilkan melalui peragaan busana 'Pesona Dahlia di IFW 2026'. Beragam koleksi yang ditampilkan mengangkat karakter budaya Indonesia melalui interpretasi berbeda dari setiap desainer.
Selain menghadirkan peragaan busana, Dahlia juga menghadirkan pengalaman aroma di berbagai area IFW 2026, mulai dari pintu masuk, runway, dan designer lounge. Pengunjung juga dapat mengenal berbagai varian Heritage Collection melalui Booth Pesona Dahlia.
Melalui kolaborasi tersebut, Dahlia ingin menunjukkan bahwa aroma tidak hanya berfungsi sebagai pelengkap ruangan. Keharuman juga dapat menjadi sumber inspirasi yang menghubungkan fesyen, budaya, dan kreativitas dalam sebuah karya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....