Inilah Alasan Mengapa Hari Imlek selalu Turun Hujan
- 14 Feb 2026 08:44 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Momen Imlek selalu identik berbarengan dengan turunnya hujan di Indonesia. Tahun ini, Hari Raya Imlek (Xinjia) atau Tahun baru China akan jatuh pada Selasa, 17 Februari 2026.
Momentum ini merupakan hari penting bagi para keturunan Tionghoa di seluruh belahan dunia, termasuk Indonesia. Hari Imlek sendiri identik dengan turunnya hujan, jadi jangan heran jika saat Imlek nanti, hujan turun di wilayah Anda.
Dalam kepercayaan Tionghoa, turunnya hujan saat Imlek dianggap sebagai suatu keberkahan. Akan tetapi, banyak orang bertanya-tanya, mengapa saat Imlek biasanya turun hujan?
Secara ilmiah, Hari Raya Imlek selalu bertepatan pada bulan Januari atau Februari. Nah menurut Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), bulan-bulan tersebut termasuk dalam periode musim hujan di Indonesia.
Perayaan ini juga biasanya jatuh pada puncak musim hujan dengan curah yang tinggi, khususnya di Indonesia. Itulah alasan Imlek sering turun hujan karena memang perayaannya jatuh pada musim penghujan.
Berdasarkan ahli FengShui, hujan deras saat Imlek dianggap akan mendatangkan keberuntungan. Terutama bagi yang wilayahnya diguyur hujan maka keberuntungan akan melimpah ruah.
Namun, jika yang turun adalah hujan badai, maka artinya adalah kurang beruntung karena dapat menyebabkan musibah. Sementara, jika yang turun adalah hujan gerimis, maka akan datang keberuntungan, tetapi dalam jumlah sedikit.
Meski begitu, gerimis yang turun seharian dipercaya akan membawa keberuntungan sepanjang tahun. Turunnya hujan juga dipercaya dengan mitos turunnya Dewi Kwan Im untuk menyiram bunga Mei Hwa.
Artinya, turunnya hujan merupakan berkah dari langit. Bunga Mei Hwa adalah bunga yang ditanam oleh Dewi Kwan Im menjelang Hari Raya Imlek.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....