Mengenal Ngarot, Tradisi Unik Warga Indramayu Menyambut Musim Tanam
- 02 Agt 2026 14:10 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Tradisi Ngarot dari Desa Lelea, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat merupakan ungkapan rasa syukur masyarakat dan penanda dimulainya musim tanam padi.
- Ngarot dilaksanakan setiap minggu ketiga bulan Desember pada hari Rabu yang dianggap sakral oleh masyarakat setempat.
- Tradisi ini telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
RRI.CO.ID, Jakarta – Indonesia memiliki beragam tradisi yang diwariskan turun-temurun, salah satunya Tradisi Ngarot dari Desa Lelea, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Tradisi ini menjadi ungkapan rasa syukur masyarakat sekaligus menandai dimulainya musim tanam padi.
Menurut Pemerintah Kabupaten Indramayu, Ngarot dilaksanakan setiap minggu ketiga bulan Desember dan selalu jatuh pada hari Rabu yang dianggap sakral oleh masyarakat setempat. Tradisi ini juga telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
"Tradisi Ngarot memiliki arti ucapan syukur terhadap datangnya musim tanam. Tradisi ini hanya diikuti oleh pemuda-pemudi yang masih perawan dan perjaka," tulis Pemerintah Kabupaten Indramayu.
Remaja putri mengenakan kebaya berhias mahkota bunga segar, sedangkan remaja putra memakai busana adat Indramayu. Penampilan para peserta dalam arak-arakan menjadi daya tarik utama Tradisi Ngarot setiap tahunnya.
Mahkota bunga yang dikenakan para gadis bukan sekadar hiasan. Dalam tradisi ini, bunga melambangkan kesucian, keindahan, serta harapan agar generasi muda tetap menjaga nilai-nilai yang diwariskan leluhur.
Selain menjadi bentuk rasa syukur, Ngarot juga bertujuan mempererat hubungan antar generasi muda. Dahulu, peserta bersama-sama menggarap lahan wakaf peninggalan Ki Buyut Kapol, tokoh yang dipercaya sebagai perintis tradisi tersebut.
Prosesi Ngarot diawali dengan arak-arakan keliling desa yang diiringi kesenian tradisional. Kepala desa kemudian menyerahkan simbol pertanian seperti air, benih, dan pupuk sebagai harapan musim tanam berjalan lancar dan panen melimpah.
Hingga kini, Tradisi Ngarot masih rutin diselenggarakan dan menjadi salah satu identitas budaya Kabupaten Indramayu. Tradisi ini juga menarik wisatawan untuk menyaksikan perpaduan adat, pertanian, dan seni budaya dalam satu perayaan. (Rahmania Ulfah)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....