Mengenal Jampana, Tradisi Warisan Sunda yang Meriahkan Hari Kemerdekaan
- 05 Agt 2026 02:10 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Pawai Jampana merupakan tradisi masyarakat Sunda yang rutin memeriahkan perayaan HUT RI di Jawa Barat
- Jampana berisi hasil bumi, makanan khas, dan kerajinan yang diarak sebagai simbol syukur, gotong royong, dan kebersamaan
- Tradisi ini berawal dari tandu pengantin sunat, kemudian berkembang menjadi warisan budaya sekaligus daya tarik wisata
RRI.CO.ID, Jakarta – Hari Ulang Tahun Republik Indonesia (HUT RI) selalu diramaikan berbagai tradisi khas dari sejumlah daerah di Indonesia. Salah satunya ‘Pawai Jampana’ yang menjadi bagian dari perayaan masyarakat Sunda, khususnya di wilayah Jawa Barat.
Dalam bahasa Sunda, jampana berarti tandu yang digunakan sebagai bagian utama dalam arak-arakan budaya. Tradisi tersebut menampilkan tandu berisi hasil bumi, makanan khas, serta kerajinan masyarakat setempat.
Jampana biasanya dipanggul dua hingga empat orang menuju lokasi yang telah ditentukan panitia penyelenggara. Sepanjang perjalanan, iring-iringan pawai diiringi alunan musik tradisional maupun modern yang dimainkan secara langsung.
Bentuk jampana dibuat beragam sesuai kreativitas masyarakat yang membuatnya menjelang perayaan Hari Kemerdekaan RI. Misalkan jampana menyerupai rumah, singa, burung, naga, maupun bentuk lainnya yang dihiasi berbagai hasil bumi.
Isi tandu umumnya berupa pisang, ubi, buah-buahan, opak, kerupuk, wajit Cililin, serta makanan khas lainnya. Seluruh makanan tersebut digantung pada tandu hingga membentuk hiasan yang menarik perhatian masyarakat.
Setelah pawai selesai, hasil bumi dan makanan yang dibawa dalam tandu dapat diambil masyarakat. Sebagian makanan juga disantap bersama sebagai simbol kebersamaan dan ungkapan rasa syukur atas hasil yang diperoleh.
Namun, tradisi tersebut tidak hanya digelar saat HUT RI, tetapi juga pada berbagai peringatan hari besar daerah. Pawai Jampana menjadi salah satu upaya masyarakat Sunda melestarikan budaya yang diwariskan secara turun-temurun.
Melansir situs Pameran Bersama Museum Ranggawarsita, jampana telah digunakan sejak lama dalam tradisi masyarakat Sunda. Salah satu koleksinya berupa Tandu Garuda Mina koleksi Museum Sri Baduga Bandung yang pernah dipakai mengarak pengantin sunat pada 1930.
Dalam perkembangannya, jampana tidak lagi digunakan sebagai tandu pengantin sunat semata. Tradisi tersebut kemudian berkembang menjadi arak-arakan budaya yang menampilkan hasil bumi serta makanan khas masyarakat.
Selain melestarikan budaya, Pawai Jampana juga memperkuat identitas daerah sekaligus memperkenalkan produk unggulan masyarakat Jawa Barat. Tradisi tersebut turut menjadi daya tarik wisata yang banyak dinantikan setiap perayaan Hari Kemerdekaan RI.
Di balik kemeriahannya, Pawai Jampana juga mencerminkan nilai gotong royong, berbagi, dan kebersamaan antarmasyarakat. Nilai tersebut menjadikan tradisi ini tetap lestari sebagai bagian dari perayaan kemerdekaan hingga sekarang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....