Tradisi Penyambutan Bulan Ramdahan di Indonesia
- 17 Feb 2026 10:55 WIB
- Bovendigoel
RRI.CO.ID, Boven Digoel – Bulan Ramadhan merupakan bulan yang ditunggu-tunggu oleh seluruh umat islam di seluruh dunia. Untuk itu bentuk dari rasa syukur serta menyambut ramadhan disetiap daerah berbeda-beda. Tradisi menyambut bulan suci Ramadan di Indonesia sangatlah kaya dan beragam. Setiap daerah memiliki cara unik yang memadukan ajaran agama dengan nilai-nilai budaya lokal. beberapa tradisi menarik dari berbagai penjuru Nusantara diantaranya:
1. Meugang (Aceh)
Masyarakat Aceh merayakan kedatangan Ramadan dengan memasak daging sapi atau kerbau dan menikmatinya bersama keluarga. Tradisi ini juga menjadi bentuk rasa syukur dan momen berbagi kepada anak yatim serta fakir miskin.
2. Nyorog (Betawi, Jakarta)
Warga Betawi biasanya melakukan tradisi Nyorog, yaitu mengantarkan bingkisan berupa makanan atau bahan pokok kepada anggota keluarga yang lebih tua (orang tua atau mertua). Ini adalah simbol penghormatan dan penyambung tali silaturahmi.
3. Padusan (Jawa Tengah & Yogyakarta)
| Baca juga: Kesederhanaan di Hari Kemenangan |
Berasal dari kata adus (mandi), Padusan adalah tradisi berendam atau mandi di sumber mata air alami. Makna filosofisnya adalah menyucikan diri secara fisik dan batin sebelum memasuki bulan yang suci.
4. Megibung (Bali)
Umat Muslim di Bali, khususnya di daerah Karangasem, memiliki tradisi makan bersama dalam satu nampan besar yang disebut Megibung. Satu nampan biasanya dinikmati oleh 4-7 orang, yang melambangkan kebersamaan tanpa memandang kasta atau status sosial.
| Baca juga: Minuman Segar Pelepas Dahaga saat Ramadhan |
5. Malamang (Sumatera Barat)
Masyarakat Minangkabau menyambut Ramadan dengan membuat Lamang (ketan yang dimasak di dalam bambu). Tradisi ini dilakukan bersama-sama oleh kaum ibu, dan hasilnya akan dibagikan kepada tetangga atau kerabat sebagai simbol kekeluarg
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....