Beberapa Makanan khas Saat Lebaran

  • 25 Feb 2025 13:49 WIB
  •  Bovendigoel

KBRN, Boven Digoel : Makanan khas saat lebaran di Indonesia sangat beragam, tergantung daerahnya. Namun, beberapa hidangan yang hampir selalu ada di meja saat hari raya antara lain.

1. Ketupat

Hidangan wajib yang biasa di sajikan dengan opor ayam atau rendang. Ketupat berasal dari tradisi masyarakat nusantara, terutama di indonesia dan malaysia. Hidangan ini di populerkan oleh Wali Songo pada masa penyebaran Islam di Jawa. Sunan kalijaga menggunakan ketupat sebagai simbol dalam tradisi bakda lebaran ( perayaan setelah IdulFitri ) dan bakda kupat seminggu setelah lebaran.

2. Opor ayam

Ayam yang dimasak dengan santan dan rempah – rempah khas. Biasanya di sajikan bersama ketupat, sambal goreng ati dan kerupuk. Hidangan yang berasal dari jawa timur ini memiliki pengaruh dari kuliner Timur Tengah dan India, yang juga benyak menggunakan santan dan rempah – rempah.

3. Rendang

Daging sapu yang dimasak dalam santan dan bumbu kaya rasa, khas minangkabau. Makanan ini kenal sebagai salah satu makanan terenak di dunia bahkan pernah dinobatkan oleh CCN sebagai makanan terbaik dunia ( world’s Best Food ). Masakan ini awalnya digunakan sebagai makanan tahan lama untuk perjalanan jauh atau acara adat karena teknik memasaknya membuat rendang bisa bertahan berminggu – minggu tampa pengawet.

4. Sambal goreng ati

Hati ayam atau sapi yang dimasak dengan kentang dalam bumbu pedas. Hidangan ini berasal dari Jawa, tetapi sudah menjadi bagian dari kuliner Nusantara, terutama dalam tradisi makanan pendamping ketupat nasi kuning.

5. Lontong sayur

Lontong degan kuah santan yang biasanya berisi labu siam dan telur. Lontong sayur berasal dari Jawa dan Sumatera, tetapi memiliki variasi di berbagai daerah. Awalnya hidangan ini dikembangkan sebagai makanan praktis untuk perjalanan jauh karena lontong lebih tahan lama dibanding nasi biasa.

6. Semur daging

Daging sapi yang dimasak dengan kecap manis dan rempah – rempah. Semur berasal dari kata smooth dalam bahasa Belanda, yang berarti memasak dengan api kecil dalan waktu lama. Hidangan ini berkembang di indonesia sejak masa kolonial, terutama di daerah Betawi, yang kemudian menyesuaikan rasa semur dengan kecap manis dan rempah khas Nusantara.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....