BLUD Dinilai Beri Fleksibilitas Puskesmas Tanah Merah Sediakan Obat

  • 10 Agt 2026 10:42 WIB
  •  Bovendigoel

RRI.CO.ID, Boven Digoel – Perubahan status Puskesmas Tanah Merah menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), dinilai dapat memberikan fleksibilitas yang lebih besar dalam memenuhi kebutuhan obat dan bahan medis habis pakai bagi masyarakat. Ketua Tim Percepatan BLUD Puskesmas Tanah Merah, drg. Hermina Pongsibidang, menjelaskan salah satu persoalan yang selama ini dihadapi Puskesmas adalah ketersediaan obat yang terkadang tidak sesuai dengan kebutuhan pasien.

Dalam kondisi tertentu, obat yang dibutuhkan untuk menangani suatu penyakit tidak tersedia di Puskesmas. Hal itu karena pengadaan masih bergantung pada mekanisme anggaran melalui pemerintah daerah.

Menurut Hermina, kondisi tersebut dapat menjadi kendala dalam memberikan pelayanan secara optimal, terutama ketika terjadi peningkatan kasus penyakit tertentu.

“Kalau nanti kita masuk ke tahap BLUD, ini akan membuat keuntungan besar buat pasien. Pasien bisa mendapatkan pengobatan dan pemberian obat sesuai dengan kebutuhan penyakit yang dia alami saat itu,” katanya, Kamis 6 Agustus 2026.

Ia menjelaskan, dengan sistem BLUD, Puskesmas nantinya memiliki fleksibilitas dalam mengelola keuangannya. Ini termasuk melakukan pengadaan obat berdasarkan kebutuhan pelayanan.

Meski demikian, pengelolaan tersebut tetap berada dalam koridor aturan dan dilakukan dengan bimbingan serta pengawasan dari Dinas Kesehatan. Hermina mencontohkan kondisi ketika terjadi lonjakan kasus malaria di wilayah pelayanan Puskesmas Tanah Merah.

Pada saat kebutuhan obat meningkat, Puskesmas sempat mengalami keterbatasan stok sehingga harus meminta bantuan dari Puskesmas lain. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya fleksibilitas dalam pengadaan obat dan bahan medis habis pakai, sehingga kebutuhan pasien dapat segera dipenuhi ketika terjadi peningkatan kasus.

Ia berharap penerapan BLUD nantinya dapat membuat Puskesmas lebih responsif, terhadap kebutuhan pelayanan masyarakat. Kendati demikian tanpa mengabaikan mekanisme pertanggungjawaban pada pemerintah daerah.

Selain obat, fleksibilitas tersebut juga diharapkan dapat mendukung penyediaan berbagai kebutuhan pelayanan lainnya. Terutama bahan medis habis pakai yang digunakan setiap hari.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....