Angkat Kembali Makanan Lokal, Jaga Ciri Khas Daerah
- 30 Agt 2026 08:12 WIB
- Bovendigoel
RRI.CO.ID, Boven Digoel - Makanan khas daerah merupakan bagian dari ciri khas dan identitas masyarakat. Hal inilah yang menjadi perhatian Aplonia Omba, pelaku UMKM makanan lokal.
Aplonia berbagi cerita mengenai usahanya dalam mengangkat kembali makanan berbahan pangan lokal seperti sagu, ubi, dan keladi. Ia mengaku sangat terharu melihat makanan khas daerah masih mendapat perhatian di tengah perkembangan zaman.
Menurutnya, saat ini masyarakat sudah banyak beralih ke makanan siap saji, sementara makanan khas daerah perlahan mulai dilupakan.
| Baca juga: Pinang Jadi Harapan Ekonomi Ibu Rumah Tangga |
"Saya sangat terharu sekali. Di era perkembangan ini kita sudah banyak mengarah kepada makanan siap saji, tetapi kita lupa dengan makanan khas kita," ujar Aplonia, Kamis 27 Agustus 2026.
Menurut Aplonia, sebagai pelaku UMKM makanan lokal, dirinya melihat banyak makanan yang dibuat agar dapat bertahan lama. Karena itu, ia memilih untuk kembali mengangkat makanan lokal yang selama ini mulai dilupakan masyarakat.
Ia menyebut sagu, ubi, dan keladi sebagai bahan pangan alami yang sudah menjadi bagian dari makanan masyarakat. Menurutnya, bahan-bahan tersebut dapat diolah menjadi makanan tanpa harus menggunakan bahan pengawet.
"Kalau kita kembali mengangkat makanan yang selama ini kita sudah lupa, seperti sagu, ubi, dan keladi, ini kan alami. Tidak ada bahan pengawetnya," katanya.
Hal tersebut menjadi motivasi bagi Aplonia untuk terus menjalankan usahanya. Ia ingin makanan lokal tetap dikenal, terutama oleh generasi muda, sehingga makanan khas daerah tidak hilang begitu saja.
"Saya mengangkat ini supaya generasi kita tidak lupa akan makanan khas kita. Jangan sampai generasi kita sudah lupa dengan sagu. Kita banyak makan nasi dan banyak makan makanan yang mengandung pengawet. Jadi, makanan khas kita perlu kita angkat kembali," ungkapnya.
Aplonia juga menceritakan bahwa produk makanan lokal yang dibuatnya mendapat respons positif dari masyarakat. Banyak konsumen yang tertarik karena produk tersebut dapat membantu mereka yang tidak memiliki banyak waktu untuk mengolah makanan sendiri.
"Kadang orang tidak punya kesempatan untuk merebus ubi. Jadi, kalau sudah ada, tinggal beli saja. Ini bisa membantu konsumen. Makanan yang jadi minat orang itu sagu, ubi, keladi, dan petatas," jelas Aplonia.
Selain untuk konsumsi sehari-hari, Aplonia mengatakan ada juga konsumen yang memesan makanan tersebut sebagai pilihan makanan saat sedang menjalani pola makan atau diet untuk menjaga berat badan. "Ada juga konsumen yang pesan karena mereka sedang diet atau ingin menjaga berat badan. Jadi, mereka tertarik dengan makanan lokal yang kami buat," katanya.
Aplonia berharap semakin banyak masyarakat yang mengenal dan tertarik mengonsumsi makanan lokal. Ia juga ingin usahanya menjadi salah satu wujud untuk mengangkat kembali makanan khas daerah sekaligus menjaga agar generasi berikutnya tidak melupakan pangan lokal yang menjadi ciri khas masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....