Pinang Jadi Harapan Ekonomi Ibu Rumah Tangga
- 09 Feb 2026 16:39 WIB
- Bovendigoel
RRI.CO.ID, Boven Digoel - Buah pinang hingga kini masih menjadi salah satu komoditas andalan bagi ibu-ibu rumah tangga pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Pilihan berjualan pinang bukan karena mengikuti tren, melainkan didorong oleh kebutuhan ekonomi keluarga yang mengharuskan mereka mencari sumber penghasilan yang lebih aman dan berkelanjutan.
Salah satu pedagang pinang, Ibu Eliata Omba, mengatakan keputusan berjualan pinang bukan tanpa alasan. Menurutnya, pinang lebih dapat diandalkan dibandingkan menjual sayur-sayuran atau bahan pangan lain yang mudah rusak.
“Kalau jual sayur cepat layu dan busuk. Kalau tidak habis terjual, besok sudah rusak dan kami tidak punya modal lagi untuk beli ulang. Sedangkan pinang, sirih, dan kapur bisa bertahan beberapa hari,” ujar Eliata, Senin, 9 Februari 2026.
Daya tahan pinang menjadi keunggulan tersendiri bagi pelaku UMKM kecil. Modal yang dikeluarkan tidak langsung habis dalam satu hari, sehingga hasil penjualan masih bisa diputar untuk beberapa hari ke depan.
“Walaupun hasilnya tidak besar, tapi bisa menopang ekonomi keluarga. Ada uang harian untuk kebutuhan rumah tangga,” tambahnya.
Kondisi inilah yang membuat banyak ibu-ibu rumah tangga lebih memilih berjualan pinang dibandingkan menjual sayur, buah, atau makanan tradisional. Pinang dinilai lebih aman dari risiko kerugian karena tidak cepat rusak dan tetap diminati pembeli.
Eliata berharap pemerintah, khususnya Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah, dapat kembali memberikan perhatian kepada mama-mama pelaku UMKM kecil. Ia berharap adanya dukungan berupa bantuan modal usaha, agar para ibu tidak hanya bergantung pada satu sumber penghasilan dari penjualan pinang.
“Kalau ada modal, mama-mama bisa jualan yang lain juga. Bisa jual ikan, sayur, atau usaha lainnya. Jadi tidak hanya satu sumber pemasukan dari pinang saja, supaya pemasukan keluarga lebih terbantu,” tutup Eliata.