Usaha Pinang Tambah Ekonomi Keluarga TKBM

  • 20 Nov 2025 06:02 WIB
  •  Bovendigoel

KBRN, Boven Digoel: Di tengah keterbatasan penghasilan suami yang bekerja sebagai Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM), seorang ibu rumah tangga berusia 42 tahun yang akrab disapa Mama Dobo memilih untuk mandiri dengan membuka usaha kecil menjual pinang dan sirih di depan SMP Negeri 1 Tanah Merah. Usaha sederhana ini terbukti mampu menambah pemasukan keluarga setiap hari.

Mama Dobo menuturkan bahwa usaha jual pinang tersebut berawal dari keinginannya untuk meringankan beban suami. Dengan memanfaatkan pohon pinang dan sirih milik keluarga, ia mulai berjualan di lokasi yang strategis di pinggir Jalan Trans Papua, tidak jauh dari rumahnya.

“Pinang dan sirih kami ambil dari pohon sendiri, jadi tidak perlu beli. Yang dibeli hanya kapur, kertas pembungkus, dan plastik kecil untuk mengisi pinang saat orang beli. Kebetulan tempat ini kosong dan berada tepat di pinggir jalan, dan jaraknya juga dekat dari rumah,” jelasnya.

Ia menjual satu tumpuk pinang seharga Rp10.000. Setiap hari, dagangannya diminati warga yang melintas.

“Kalau ramai, saya bisa dapat antara Rp50.000 sampai Rp200.000 sehari. Kalau sepi, paling tidak Rp50.000 sampai Rp100.000,” ungkapnya.

Penghasilan tersebut sangat membantu kebutuhan keluarga, terutama untuk biaya sekolah anak dan kebutuhan dapur. Meski usaha kecil, Mama Dobo bersyukur karena pinang merupakan komoditas yang tidak pernah sepi peminat di Tanah Merah.

Menurutnya, kunci agar usaha kecil tetap bertahan adalah ketekunan dan kesederhanaan. “Yang penting rajin saja. Walaupun jualan kecil-kecil, hasilnya bisa bantu keluarga,” tutupnya.

Usaha yang dijalankan Mama Dobo menjadi contoh bahwa kreativitas dan kerja keras mampu menopang ekonomi keluarga, terutama bagi masyarakat yang mengandalkan penghasilan harian sebagai pekerja TKBM.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....