Bupati Rony Omba: Perlu Respon Program Sekolah Rakyat
- 19 Sep 2026 07:28 WIB
- Bovendigoel
RRI.CO.ID,Boven Digoel — Pemerintah Kabupaten Boven Digoel menyiapkan lahan untuk mendukung rencana pembangunan Program Sekolah Rakyat di daerah tersebut. Persiapan itu dibahas dalam rapat koordinasi yang berlangsung di Ruang Bupati Boven Digoel, Kamis (17/9/2026).
Rapat dipimpin Bupati Boven Digoel Roni Omba dan dihadiri Wakil Bupati Marlinus, Ketua DPRK Boven Digoel Simon Akka, sejumlah anggota DPRK, unsur TNI-Polri, Dinas Sosial, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, serta pihak terkait lainnya.
Bupati Roni Omba mengatakan, Pemerintah Kabupaten Boven Digoel telah beberapa kali menerima komunikasi dari pemerintah pusat terkait rencana pelaksanaan Program Sekolah Rakyat.
“Kami sudah beberapa kali dihubungi dari pusat terkait Program Sekolah Rakyat ini sehingga pemerintah daerah merespons,” ujar Roni.
Menurutnya, pemerintah daerah saat ini mempersiapkan kebutuhan awal, terutama lahan yang akan digunakan sebagai lokasi pembangunan. Salah satu pemilik lahan telah menyatakan kesediaannya menyediakan tanah, sementara proses administrasi sedang dipersiapkan untuk selanjutnya diajukan kepada pemerintah pusat.
Sekretaris Dinas Sosial Boven Digoel, Maria, mengatakan Tim dari Provinsi Papua dijadwalkan datang pada 21 September 2026 untuk menindaklanjuti rencana tersebut sekaligus melakukan peninjauan langsung terhadap lahan yang telah disiapkan.
Ia menjelaskan, pembangunan Sekolah Rakyat dipersiapkan oleh pemerintah pusat melalui Kementerian Sosial. Sementara pemerintah daerah memiliki tugas, salah satunya, menyiapkan lahan yang memenuhi persyaratan.
Ketua DPRK Boven Digoel Simon Akka meminta pemerintah memastikan kejelasan terkait sumber pembiayaan pembangunan serta sasaran peserta didik yang akan mengikuti program tersebut.
Simon juga mendorong agar anak-anak Orang Asli Papua (OAP) di Kabupaten Boven Digoel mendapat perhatian dalam pelaksanaan Program Sekolah Rakyat.
“Kalau bisa sekolah rakyat ini kita khususkan untuk anak-anak OAP yang ada di Kabupaten Boven Digoel,” ujar Simon.
Sementara itu, Dandim 1711/BVD Letkol Inf Andry Christian mengusulkan agar Sekolah Rakyat dapat dikembangkan di lebih dari satu lokasi apabila memungkinkan.
Ia menilai wilayah seperti Waropko perlu dipertimbangkan sehingga akses pendidikan dapat menjangkau masyarakat yang berada jauh dari pusat kabupaten.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Boven Digoel Musa Wandenggey mengatakan, hingga kini pihaknya belum menerima petunjuk teknis dari Kementerian Pendidikan terkait Program Sekolah Rakyat.
Karena itu, ia meminta adanya koordinasi lebih lanjut dengan Dinas Pendidikan, khususnya mengenai kurikulum dan mekanisme penyelenggaraan pendidikan.
Anggota DPRK Boven Digoel Marthen Luter Wambarop mengungkapkan, rencana pelaksanaan Sekolah Rakyat sebelumnya telah dikomunikasikan dengan Wakil Menteri Sosial. Dalam komunikasi tersebut, Boven Digoel disebut memiliki peluang mendapatkan program tersebut sehingga persiapan lokasi perlu dilakukan secara cepat dan matang.
Anggota DPRK Boven Digoel Renye Awan Ayarop juga menyatakan kesediaannya menghibahkan tanah milik pribadinya kepada Pemerintah Kabupaten Boven Digoel untuk lokasi pembangunan Sekolah Rakyat.
Ia menegaskan hibah tersebut diberikan tanpa pungutan biaya dan berharap keberadaan sekolah nantinya dapat turut mendorong perkembangan kawasan di sekitar lokasi pembangunan.
Wakil Bupati Boven Digoel Marlinus mengingatkan pentingnya memastikan legalitas lahan sejak awal. Menurutnya, persoalan kepemilikan tanah, terutama yang berkaitan dengan hak ulayat, selama ini menjadi salah satu tantangan dalam pelaksanaan pembangunan di Boven Digoel.
Marlinus meminta proses hibah dilakukan secara tertulis dan, jika memungkinkan, diketahui oleh Lembaga Masyarakat Adat (LMA) agar memiliki dasar administrasi yang lebih kuat.
Selanjutnya, kelayakan lahan yang disiapkan akan dinilai oleh Tim dari Provinsi Papua dalam kunjungan pada 21 September 2026.
Menutup rapat, Bupati Roni Omba menyampaikan apresiasi atas berbagai masukan yang diberikan. Ia menegaskan pembahasan Program Sekolah Rakyat akan dilanjutkan melalui koordinasi bersama pemerintah provinsi dan pemerintah pusat.
“Mari kita suport dan dukung program Presiden untuk kemajuan daerah kita, khususnya Boven Digoel,” kata Roni.
Ia menambahkan, rapat koordinasi tersebut bukan merupakan akhir dari pembahasan. Pemerintah Kabupaten Boven Digoel akan terus melakukan komunikasi dan koordinasi untuk memastikan rencana pembangunan Sekolah Rakyat dapat ditindaklanjuti.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....