BRMP Papua Selatan Sosialisasikan Budidaya Padi PM AAS dan E-Banper

  • 17 Sep 2026 21:44 WIB
  •  Bovendigoel

RRI.CO.ID, Boven Digoel -Balai Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Papua Selatan menggelar sosialisasi penerapan budidaya padi PM AAS sekaligus bimbingan teknis E-Banper. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani dalam menerapkan teknologi pertanian modern.

Kepala Tata Usaha Balai Penerapan Modernisasi Pertanian Papua Selatan, Frans Palobo, mengatakan PM AAS atau Pertanian Modern Advanced Agriculture System merupakan metode budidaya yang salah satu fokusnya adalah meningkatkan populasi tanaman untuk mendukung peningkatan hasil produksi.

"PM AAS itu sebenarnya Pertanian Modern Advanced Agriculture System. Artinya sama saja budidaya padi, tetapi intinya adalah merapatkan tanaman supaya target kita itu 10 ton, minimal 10 ton dalam satu hektare," kata Frans.

Menurutnya, penerapan metode tersebut tidak hanya dapat dilakukan pada tanaman padi, tetapi juga sejumlah komoditas lainnya, seperti kedelai, kacang hijau, dan jagung.

"Ini bukan hanya padi, bisa juga kedelai, bisa juga kacang ijo, jagung bisa. Ini untuk menambah populasi saja, jumlah populasi yang akan ditambah," ujarnya, Selasa 15 September 2026.

Frans menjelaskan, peningkatan populasi tanaman menjadi salah satu upaya yang dilakukan untuk meningkatkan produktivitas dalam satu hektare lahan.

"Yang biasanya dalam satu hektare biasanya hanya 1.600 menjadi 70 kali lipat. Karena misalnya padi, biasanya ini kan hanya 25 kilo, kalau padi menjadi 70 sampai 80 kilo cukup banyak. Itu yang kami sosialisasikan," jelasnya.

Melalui sosialisasi dan bimbingan teknis tersebut, BRMP Papua Selatan mendorong petani untuk memahami serta menerapkan teknologi pertanian modern guna meningkatkan produktivitas dan hasil pertanian.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....