Dinas Pendidikan Papsel Sosialisasikan Rencana Pembangunan SLB Boven Digoel
- 25 Mei 2026 18:18 WIB
- Bovendigoel
RRI.CO.ID, BOVEN DIGOEL–Pemerintah Provinsi Papua Selatan melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan menggelar kegiatan sosialisasi sekaligus pembukaan rencana pembangunan Sekolah Luar Biasa (SLB) Tahun Anggaran 2026–2027 di Kabupaten Boven Digoel. Kegiatan tersebut secara resmi dibuka oleh Asisten I Sekretariat Daerah Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Propinsi Papua Selatan, Agustinus Joko Guritno.
Dalam sambutannya, Agustinus Joko Guritno menyampaikan bahwa rencana pendirian SLB di Boven Digoel sebenarnya telah dipersiapkan sejak beberapa tahun lalu oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. Namun, proses tersebut sempat mengalami sejumlah kendala teknis, termasuk keterlambatan penyaluran anggaran.
Ia menjelaskan, sumber pembiayaan pembangunan berasal dari Dana Otonomi Khusus (Otsus) yang sebelumnya baru dapat direncanakan dan dicairkan menjelang akhir tahun anggaran. Berkat peningkatan sistem perencanaan pada tahun ini, anggaran Tahun 2026–2027 sudah dapat ditransfer lebih awal ke pemerintah provinsi sehingga proses pembangunan dapat segera direalisasikan.
“Pembangunan SLB ini menjadi bentuk komitmen pemerintah dalam memberikan layanan pendidikan yang merata bagi seluruh masyarakat, termasuk anak-anak berkebutuhan khusus,” ujar Joko Guritno,Senin 25 Mei 2026
Selain di Kabupaten Boven Digoel, pembangunan SLB juga direncanakan di Kabupaten Mappi dan Kabupaten Asmat sebagai bagian dari upaya pemerataan akses pendidikan di wilayah Provinsi Papua Selatan.
Dalam kegiatan tersebut juga ditegaskan bahwa pembangunan SLB sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 2021, serta Peraturan Menteri Pendidikan, Riset, dan Teknologi Nomor 48 Tahun 2023 yang menjamin hak pendidikan bagi setiap warga negara, termasuk anak penyandang disabilitas.
Pemerintah menjelaskan bahwa anak dengan disabilitas ringan dapat memperoleh layanan pendidikan di sekolah umum berbasis inklusi, sedangkan anak yang membutuhkan penanganan khusus akan difasilitasi melalui Sekolah Luar Biasa.
Pemerintah Provinsi Papua Selatan juga menegaskan komitmennya dalam penyediaan sarana fisik bangunan sekolah maupun tenaga pendidik. Namun demikian, dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Boven Digoel tetap dibutuhkan, terutama terkait penyediaan lahan pembangunan yang aman, strategis, dan bebas sengketa agar proses pembangunan tidak mengalami hambatan di kemudian hari.
Selain itu, pemerintah berharap tenaga pendidik yang nantinya bertugas di SLB berasal dari putra-putri asli Boven Digoel sehingga memiliki kedekatan emosional dengan masyarakat dan mampu mengabdi secara maksimal di daerah sendiri.
Dalam sambutan tersebut juga ditekankan bahwa mendidik anak berkebutuhan khusus membutuhkan kesabaran, ketulusan, dan kasih sayang yang lebih besar dibandingkan pendidikan pada umumnya. Para guru diharapkan mampu membimbing peserta didik mulai dari hal-hal mendasar seperti kebersihan diri, kemampuan berinteraksi, hingga membangun kemandirian anak.
Pengaturan teknis terkait penempatan guru dan administrasi kepegawaian nantinya akan diatur lebih lanjut oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua Selatan sesuai ketentuan yang berlaku.
Di akhir kegiatan, pemerintah menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak, khususnya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua Selatan serta Pemerintah Kabupaten Boven Digoel, atas dukungan dan komitmennya dalam mewujudkan fasilitas pendidikan bagi anak-anak berkebutuhan khusus di daerah tersebut.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....