Investor Dibatasi, Lapangan Pekerjaan Semakin Mengerucut

  • 11 Agt 2026 04:12 WIB
  •  Bovendigoel

RRI.CO.ID, Boven Digoel – RRI.CO.ID,BOVEN DIGOEL – Ketersediaan lapangan pekerjaan masih menjadi salah satu persoalan sosial yang cukup krusial di Kabupaten Boven Digoel. Terbatasnya kesempatan kerja dinilai tidak hanya berdampak pada pendapatan masyarakat, tetapi juga berpotensi menimbulkan berbagai persoalan sosial apabila tidak segera mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah.

Kondisi tersebut turut dirasakan masyarakat perantauan yang telah lama menetap dan menggantungkan kehidupan mereka di Boven Digoel, termasuk komunitas warga Flores yang tergabung dalam Kerukunan Keluarga Flores (KKF) Boven Digoel.

Dalam dialog obrolan komunitas bersama RRI, Sabtu, 8 Agustus 2026, Ketua KKF Boven Digoel, Theodorus Muja, mengatakan persoalan lapangan pekerjaan menjadi salah satu keluhan yang paling banyak disampaikan anggota kerukunan.

Menurutnya, sebagian besar warga Flores yang berada di Boven Digoel merupakan masyarakat perantauan yang datang dengan tujuan mencari kehidupan dan membangun masa depan. Karena itu, keberadaan lapangan pekerjaan menjadi hal penting untuk menopang kehidupan keluarga mereka.

“Sampai saat ini yang masih dikeluhkan oleh masyarakat kami yakni terkait lapangan kerja, karena semua rata-rata merantau. Apa yang mau dimakan di rumah kalau tidak ada pekerjaan?” ujar Theodorus.

Ia menilai kondisi kesempatan kerja saat ini berbeda dengan beberapa tahun sebelumnya. Menurutnya, pada masa ketika aktivitas investasi di Boven Digoel masih cukup berkembang, peluang masyarakat untuk mendapatkan pekerjaan relatif lebih terbuka.

Namun, seiring dengan adanya perampingan kegiatan usaha, berkurangnya aktivitas investasi hingga penutupan sejumlah usaha, peluang kerja yang tersedia bagi masyarakat juga ikut menyempit.

“Tahun-tahun sebelumnya porsi lapangan pekerjaan masih terbuka luas dengan hadirnya banyak investor. Tetapi sekarang dengan perampingan dan bahkan penutupan investasi begitu besar, akhirnya banyak lapangan pekerjaan tertutup sehingga muncul kriminalitas yang begitu tinggi,” katanya.

Theodorus mengatakan, investasi memiliki keterkaitan erat dengan pertumbuhan ekonomi daerah, terutama dalam menciptakan lapangan pekerjaan. Ketika investasi tumbuh, tidak hanya perusahaan yang memperoleh manfaat, tetapi masyarakat di sekitar juga memiliki peluang untuk mendapatkan pekerjaan maupun membuka usaha pendukung.

Sebaliknya, apabila aktivitas investasi semakin terbatas, maka masyarakat yang sebelumnya menggantungkan pendapatan dari sektor tersebut akan kehilangan sumber penghasilan. Kondisi ini pada akhirnya dapat meningkatkan jumlah masyarakat yang tidak memiliki pekerjaan tetap.

Ia berharap pemerintah daerah dapat melihat persoalan tersebut secara lebih serius dan mencari jalan keluar agar iklim investasi di Boven Digoel kembali tumbuh, namun tetap memperhatikan kepentingan masyarakat lokal.

Menurutnya, pemerintah tidak harus membuka ruang investasi tanpa batas, tetapi perlu menciptakan keseimbangan antara kepentingan investasi, perlindungan masyarakat, serta kesempatan kerja bagi warga Boven Digoel.

Selain membuka kembali peluang investasi, pemerintah juga dinilai perlu mendorong sektor-sektor ekonomi lain yang mampu menyerap tenaga kerja, seperti perdagangan, jasa, pertanian, perkebunan, perikanan, hingga usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).

Dengan demikian, masyarakat tidak hanya bergantung pada perusahaan atau proyek-proyek investasi berskala besar untuk memperoleh pekerjaan.

Theodorus juga berharap masyarakat, khususnya para pencari kerja, dapat memanfaatkan peluang yang tersedia sekaligus meningkatkan keterampilan. Sebab, menurutnya, persaingan mendapatkan pekerjaan ke depan akan semakin ketat sehingga kemampuan dan keterampilan menjadi modal penting bagi masyarakat.

“Yang paling penting adalah bagaimana pemerintah dan masyarakat sama-sama mencari solusi. Masyarakat membutuhkan pekerjaan untuk memenuhi kebutuhan keluarga, sementara pemerintah perlu menciptakan kondisi yang memungkinkan dunia usaha berkembang dan mampu menyerap tenaga kerja,” ujarnya.

Ia menambahkan, persoalan lapangan pekerjaan bukan hanya berkaitan dengan masalah ekonomi, tetapi juga memiliki dampak terhadap kehidupan sosial masyarakat. Ketika seseorang tidak memiliki pekerjaan dan penghasilan yang cukup dalam waktu lama, tekanan ekonomi dapat meningkat dan berpotensi memicu persoalan lain di tengah masyarakat.

Karena itu, ia berharap persoalan kesempatan kerja dapat menjadi salah satu agenda penting pemerintah daerah dalam menyusun kebijakan pembangunan ke depan.

“Jangan sampai masyarakat yang datang ke sini untuk mencari kehidupan justru tidak memiliki ruang untuk bekerja. Yang kami harapkan adalah ada kebijakan yang bisa membuka kembali kesempatan kerja bagi masyarakat,” ucap Theodorus

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....