DP3A Boven Digoel Prioritaskan Pendampingan Korban untuk Tekan Kasus Kekerasan
- 11 Jun 2026 07:02 WIB
- Bovendigoel
RRI.CO.ID, Boven Digoel – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Boven Digoel menegaskan komitmennya dalam menekan angka kekerasan terhadap perempuan dan anak dengan mengedepankan upaya pendampingan kepada korban dibandingkan sekadar pelaksanaan sosialisasi.
Hal tersebut disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Boven Digoel, Iqbal Baktiar, saat menanggapi meningkatnya kasus kekerasan yang menimpa kelompok rentan, khususnya perempuan dan anak, di wilayah tersebut.
Menurut Iqbal, sosialisasi memang tetap penting sebagai langkah pencegahan, namun dalam kondisi saat ini yang dibutuhkan adalah kehadiran pemerintah secara nyata melalui pendampingan yang komprehensif bagi para korban agar mereka mendapatkan perlindungan dan pemulihan yang layak.
“Kami melihat bahwa pendampingan terhadap korban harus menjadi prioritas utama. Ketika terjadi kasus kekerasan, korban tidak hanya membutuhkan informasi, tetapi juga membutuhkan perlindungan, pendampingan hukum, pendampingan psikologis, serta dukungan sosial agar mereka dapat kembali menjalani kehidupan dengan baik,” ujar Iqbal,Rabu 10 Juni 2026
Iqbal menjelaskan, DP3A terus berupaya membangun sistem perlindungan yang lebih responsif dengan melibatkan berbagai pihak, mulai dari aparat penegak hukum, tenaga kesehatan, pekerja sosial, hingga tokoh masyarakat dan tokoh agama.
Menurutnya, penanganan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak tidak dapat dilakukan oleh satu instansi saja, melainkan membutuhkan kerja sama lintas sektor agar korban memperoleh pelayanan yang maksimal.
Ia juga mengakui bahwa kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Boven Digoel masih menjadi perhatian serius. Oleh karena itu, pihaknya terus mendorong masyarakat untuk tidak takut melaporkan setiap tindakan kekerasan yang terjadi di lingkungan sekitar.
“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk berani melapor apabila mengetahui atau mengalami tindak kekerasan. Semakin cepat kasus ditangani, maka semakin besar peluang korban mendapatkan perlindungan dan pemulihan yang optimal,” katanya.
Selain pendampingan, DP3A juga tetap melaksanakan berbagai program edukasi dan pencegahan sebagai upaya membangun kesadaran masyarakat mengenai pentingnya perlindungan terhadap perempuan dan anak. Namun demikian, fokus utama saat ini adalah memastikan setiap korban mendapatkan hak-haknya serta memperoleh pendampingan yang berkelanjutan.
Ia berharap seluruh elemen masyarakat dapat bersama-sama menciptakan lingkungan yang aman, ramah, dan bebas dari segala bentuk kekerasan terhadap perempuan dan anak, sehingga generasi muda Boven Digoel dapat tumbuh dan berkembang secara sehat, aman, dan bermartabat.
“Perlindungan terhadap perempuan dan anak merupakan tanggung jawab bersama. Dengan kepedulian dan keterlibatan semua pihak, kita dapat menekan angka kekerasan dan menciptakan masa depan yang lebih baik bagi generasi penerus daerah ini,”ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....