Tim Kemendes PDT Petakan Aspirasi Warga Boven Digoel

  • 07 Mei 2026 18:54 WIB
  •  Bovendigoel

RRI.CO.ID,Boven Digoel – Direktur Penyerasian Pemanfaatan Sumber Daya Alam dan Lingkungan Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) RI, Fince Decima Hasibuan memastikan berbagai aspirasi masyarakat yang telah diserap dari sejumlah kampung di Kabupaten Boven Digoel akan dipetakan secara menyeluruh untuk selanjutnya dibahas bersama Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas).

Hal tersebut disampaikan Fince Decima Hasibuan ketika berdialog langsung dengan masyarakat di beberapa distrik dan kampung di wilayah Boven Digoel. Menurutnya, kunjungan ini menjadi bagian penting dalam melihat secara langsung kondisi masyarakat sekaligus mendengar kebutuhan prioritas yang harus segera ditindaklanjuti pemerintah pusat.

Ia mengatakan, berbagai masukan dari masyarakat akan menjadi bahan penting dalam penyusunan arah program pembangunan ke depan, khususnya melalui program sistem pangan terpadu yang saat ini tengah disiapkan pemerintah.

“Setelah kami turun langsung dan menyerap aspirasi masyarakat di beberapa kampung, semuanya akan kami petakan untuk kemudian dibahas bersama Bappenas. Harapan kami, berbagai kebutuhan yang disampaikan masyarakat dapat mulai direalisasikan pada tahun 2027 nanti,” ujar Fince, Rabu 6 Mei 2026.

Menurutnya, program sistem pangan tersebut dirancang sebagai program jangka menengah yang akan berjalan selama lima tahun. Program itu tidak hanya berfokus pada sektor pangan semata, tetapi juga menyentuh berbagai aspek mendasar kehidupan masyarakat desa.

Fince menjelaskan, melalui program tersebut pemerintah ingin menghadirkan intervensi yang terintegrasi mulai dari ketahanan pangan, kesehatan masyarakat, hingga peningkatan kualitas hidup warga di kampung-kampung.

“Program ini tidak hanya berbicara soal pangan, tetapi juga bagaimana masyarakat mendapatkan akses air bersih, penanganan stunting, peningkatan kesehatan masyarakat, hingga terciptanya kualitas hidup yang lebih baik. Itu yang menjadi harapan kami,” katanya.

Ia menilai, persoalan stunting dan kesehatan masyarakat di daerah tertinggal masih menjadi tantangan serius yang harus ditangani secara bersama-sama. Karena itu, pendekatan pembangunan yang dilakukan tidak bisa berjalan secara parsial, melainkan harus terpadu antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat.

Selain itu, Fince optimistis apabila program sistem pangan dapat berjalan secara maksimal dan berkelanjutan, maka dampaknya akan sangat besar terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat di Boven Digoel.

Menurutnya, program tersebut berpotensi mengurangi angka kemiskinan, meningkatkan produktivitas masyarakat, membuka lapangan pekerjaan baru, serta mendorong pertumbuhan ekonomi kampung.

“Kalau program sistem pangan ini berjalan dengan baik dan konsisten, maka dampaknya akan sangat besar. Produksi masyarakat meningkat, lapangan pekerjaan bertambah, angka kemiskinan bisa ditekan, dan indeks desa juga akan mengalami peningkatan,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia berharap keberhasilan program tersebut nantinya dapat menjadi salah satu langkah strategis untuk mempercepat keluarnya Kabupaten Boven Digoel dari status daerah tertinggal.

“Harapan kami tentu program ini benar-benar berhasil dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Jika semua target bisa tercapai, maka Boven Digoel ke depan diharapkan mampu keluar dari kategori daerah tertinggal,” ucap Fince

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....