Bupati Boven Digoel Tegaskan Fokus Pembangunan Konektivitas di Wilayah Perbatas
- 29 Apr 2026 05:50 WIB
- Bovendigoel
RRI.CO.ID, BOVEN DIGOEL– Pemerintah Kabupaten Boven Digoel terus mendorong percepatan pembangunan infrastruktur di wilayah perbatasan yang masih terisolasi dan minim akses. Fokus utama pemerintah saat ini adalah membuka konektivitas di distrik-distrik strategis yang berbatasan langsung dengan Papua Nugini (PNG).
Bupati Boven Digoel, Roni Omba, dalam dialog bersama Kompas TV menegaskan bahwa upaya tersebut menjadi prioritas guna mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di kawasan perbatasan.
Sejumlah distrik seperti Mindiptana, Kombut, Arimob, hingga Manggelum menjadi sasaran utama pembangunan. Kawasan tersebut dinilai memiliki potensi ekonomi yang cukup besar, namun belum berkembang optimal akibat keterbatasan akses transportasi.
“Di sana ada aktivitas ekonomi masyarakat, baik produksi maupun distribusi, tetapi akses masih sangat terbatas,” ujar Roni.
Saat ini, akses menuju wilayah-wilayah tersebut masih bergantung pada transportasi udara dan jalur sungai. Kondisi tersebut membatasi mobilitas masyarakat serta distribusi barang dan jasa, yang berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi di kawasan perbatasan.
Sebagai daerah dengan garis perbatasan terpanjang di Provinsi Papua Selatan, Boven Digoel memiliki peran strategis sebagai beranda terdepan Indonesia di kawasan timur. Namun, tantangan pembangunan yang dihadapi juga cukup kompleks.
Bupati mengakui, sejumlah kendala masih menjadi hambatan utama, terutama dalam pembangunan infrastruktur jalan. Faktor cuaca ekstrem, keterbatasan anggaran, serta luas wilayah menjadi tantangan yang harus dihadapi. Selain itu, kondisi jalan yang sebagian besar masih berupa tanah membuatnya rentan rusak, terutama saat musim hujan.
“Kendala utama itu cuaca, anggaran, dan luas wilayah. Jalan kita mayoritas masih tanah, sehingga sangat dipengaruhi kondisi alam,” tegasnya.
Untuk mengatasi hal tersebut, Pemerintah Kabupaten Boven Digoel menerapkan skala prioritas dalam pelaksanaan pembangunan. Dengan keterbatasan anggaran, proyek-proyek yang dianggap paling mendesak akan didahulukan secara bertahap.
“Kami tidak bisa mengerjakan semuanya sekaligus. Yang paling mendesak kita dahulukan, kemudian secara bertahap kita dorong pembangunan lainnya,” tambahnya.
Meski dihadapkan pada berbagai keterbatasan, pemerintah daerah tetap optimistis pembangunan di wilayah perbatasan akan terus berjalan dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Lebih lanjut, Bupati menegaskan bahwa Boven Digoel memiliki nilai historis penting dalam perjalanan bangsa. Gagasan kemerdekaan Republik Indonesia juga pernah berkembang dari pemikiran Mohammad Hatta saat berada di wilayah tersebut.
“Karena itu, kami berharap berbagai program yang telah kami dorong ke pemerintah pusat dapat menjadi perhatian serius, baik oleh pemerintah pusat maupun provinsi,” tutupnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....