Pembangunan Daerah Harus Selaras dengan Visi Provinsi Papua Selatan

  • 19 Apr 2026 13:20 WIB
  •  Bovendigoel

RRI.CO.ID, BOVEN DIGOEL–Pemerintah Kabupaten Boven Digoel menggelar Forum Perangkat Daerah Tahun 2026 sebagai bagian dari penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027.

Forum ini menjadi langkah strategis dalam menentukan arah kebijakan pembangunan daerah ke depan. Kabupaten Boven Digoel mengusung semangat pembangunan melalui slogan “Balik Kampung–Bangun Kampung” yang digagas Bupati Roni Omba bersama Wakil Bupati Marlinus. Slogan tersebut mencerminkan komitmen membangun dari kampung sebagai basis utama penguatan dan pemberdayaan masyarakat.

Perencanaan pembangunan daerah dinilai sebagai tahapan penting dan strategis. Penyusunannya dilakukan melalui berbagai pendekatan, yakni politik, teknokratik, partisipatif, bottom-up, dan top-down yang terintegrasi guna menghasilkan perencanaan yang berkualitas dan tepat sasaran.

Sebagai wujud pendekatan partisipatif, penyusunan RKPD melibatkan berbagai tahapan forum pembahasan, mulai dari tingkat kampung, kecamatan, hingga Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) di tingkat kabupaten.

Wakil Bupati Boven Digoel, Marlinus, mengatakan bahwa berdasarkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2029, saat ini pembangunan berada pada tahun kedua dengan tema “Sinergitas dan Akselerasi Kebijakan Pembangunan Daerah.

“Tahun kedua ini menjadi momentum penting untuk mengevaluasi capaian pembangunan sebelumnya, sekaligus menajamkan prioritas program agar lebih efektif, terarah, dan tepat sasaran,” ujar Wabub Marlinus,Sabtu 18 April 2026

Ia menegaskan, pembangunan daerah harus selaras dengan visi Provinsi Papua Selatan, yakni “Terwujudnya Papua Bangkit, Mandiri, dan Sejahtera,” sebagai arah bersama dalam mendorong kemajuan wilayah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Adapun visi pembangunan Kabupaten Boven Digoel tahun 2025–2029 adalah “Boven Digoel Tangguh, Aman, Maju, dan Mandiri Berkelanjutan.”

Marlinus menjelaskan, forum perangkat daerah merupakan wadah strategis untuk menyelaraskan program dan kegiatan pembangunan hasil Musrenbang tingkat distrik, yang kemudian disinergikan dengan Rencana Kerja (Renja) masing-masing perangkat daerah.

Ia juga menekankan pentingnya konsistensi antara perencanaan dan penganggaran, mengingat seluruh program dan kegiatan akan dituangkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

“Perencanaan yang baik harus diikuti dengan pelaksanaan yang konsisten. Keberhasilan pembangunan tidak hanya ditentukan oleh seberapa baik kita merencanakan, tetapi juga oleh seberapa konsisten kita menjalankannya,” kata Wabub Marlinus

Wakil Bupati pun mengajak seluruh perangkat daerah untuk meningkatkan sinergi, memperkuat koordinasi lintas sektor, serta mempercepat pelaksanaan program prioritas guna mendorong pembangunan yang berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....