Masa Prapaskah Jadi Pembentukan Karakter Siswa

  • 27 Feb 2026 09:09 WIB
  •  Bovendigoel

RRI.CO.ID, Boven Digoel - Masa Prapaskah merupakan waktu yang sangat berarti bagi para siswa, tidak hanya sebagai tradisi tahunan dalam Gereja Katolik, tetapi juga sebagai kesempatan yang sangat penting untuk pembentukan karakter. Bagi siswa, Prapaskah mengajarkan mereka untuk bertobat, mempersiapkan diri menyambut Hari Raya Paskah yang merayakan kebangkitan Yesus Kristus, sekaligus mengasah disiplin diri dan pengendalian emosi.

Wilfridus Ndewa, S.Pd., Guru Agama Katolik di SD YPPK St. Fransiskus Xaverius Tanah Merah, menjelaskan bahwa fokus utama Prapaskah bagi siswa sekolah dasar adalah pada perubahan diri menjadi pribadi yang lebih baik. Selama masa ini, anak-anak diajarkan untuk lebih rajin belajar, lebih patuh kepada orang tua dan guru, serta memperbaiki hubungan dengan teman-temannya.

"Prapaskah adalah masa untuk bertobat dan mempersiapkan hati menyambut Paskah. Kami mengajarkan mereka untuk menjadi pribadi yang lebih baik, lebih rajin, dan lebih peduli kepada sesama," ungkap Wilfridus pada Jumat, 27 Februari 2026.

Wilfridus menekankan bahwa Prapaskah tidak hanya sekadar berpuasa atau menahan lapar. Prapaskah lebih pada tindakan nyata yang mencerminkan ungkapan cinta kepada Tuhan.

“Anak-anak diajarkan untuk berbagi dan memiliki hati yang murah kepada sesama, bukan hanya menahan diri dari makanan atau hal-hal yang mereka sukai,” jelasnya.

Untuk membantu siswa memahami makna Prapaskah dengan lebih jelas, Wilfridus mengibaratkan Prapaskah seperti “membersihkan rumah sebelum tamu agung datang”. Ia menjelaskan bahwa hati kita perlu dibersihkan untuk menyambut kedatangan Tuhan, seperti halnya kita membersihkan rumah untuk menyambut tamu penting. Analogi ini memudahkan siswa dalam memahami bahwa Prapaskah adalah waktu yang tepat untuk mempersiapkan hati mereka untuk menjadi pribadi yang lebih baik.

Meskipun aturan Gereja menyatakan bahwa puasa diwajibkan bagi umat berusia 18 hingga 60 tahun, Wilfridus mengajarkan nilai pengorbanan dan pengendalian diri kepada siswa sejak dini.

“Mereka diajarkan untuk berpantang dari hal-hal kecil seperti tidak bermain game selama satu jam, tidak jajan permen, atau membantu orang tua di rumah,” tambahnya.

Selama Masa Prapaskah, Wilfridus menekankan nilai-nilai karakter penting yang perlu ditanamkan pada siswa, seperti kedisiplinan diri, empati, kerendahan hati, dan semangat berbagi. Masa Prapaskah adalah kesempatan bagi anak-anak untuk menjadi ‘pahlawan kecil’ bagi orang lain. Setiap kali mereka melakukan kebaikan, meskipun kecil, kami selalu memberikan apresiasi dan pujian untuk mendorong mereka agar terus berbuat baik.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....