Rasio Elektrifikasi di Papua Selatan Masih Rendah
- 06 Mei 2025 15:10 WIB
- Bovendigoel
KBRN, Boven Digoel : Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Sumber Daya Mineral Provinsi Papua Selatan, Lambertus Ignatius Fatruan, mengungkapkan bahwa rasio elektrifikasi di wilayahnya masih tergolong rendah. Per April 2025, tingkat elektrifikasi di Papua Selatan baru mencapai sekitar 51 persen, sementara di Kabupaten Boven Digoel mencapai 58 persen.
Untuk mengatasi kesenjangan tersebut, pemerintah telah membangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) terpusat di Kampung Subur, Distrik Subur, Kabupaten Boven Digoel. PLTS ini merupakan bagian dari program prioritas pemerintah di bidang energi untuk menjangkau wilayah yang belum teraliri listrik secara optimal.
“Pembangunan PLTS ini merupakan salah satu program dari pemerintah yang ditujukan bagi daerah-daerah yang sangat membutuhkan listrik, salah satunya seperti di Kampung Subur,” ujar Lambertus Fatruan kepada RRI melalui sambungan telepon, Selasa (6/5/2025).
PLTS di Kampung Subur secara resmi diresmikan oleh Gubernur Papua Selatan, Apollo Safanpo, pada akhir April 2025 lalu. Menurut Lambertus, langkah ini merupakan bentuk nyata pelayanan pemerintah kepada masyarakat, khususnya mereka yang tinggal di kampung-kampung dan belum memiliki akses listrik yang memadai.
“Meski rasio elektrifikasi di Papua Selatan masih rendah, namun pembangunan PLTS ini di Kampung Subur sangat bermanfaat bagi masyarakat yang sangat membutuhkan, terutama mereka yang berada di kampung-kampung,” tambahnya.
Lambertus, yang juga pernah menjabat sebagai Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Boven Digoel, menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur kelistrikan akan terus didorong untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat di wilayah tertinggal.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....