Bertekun dalam Firman dan Doa Menjadi Kekuatan Orang Percaya

  • 19 Mei 2026 18:10 WIB
  •  Bovendigoel

RRI.CO.ID, Boven Digoel - Kehidupan orang percaya tidak dapat dipisahkan dari firman Tuhan dan doa. Kedua hal tersebut menjadi kekuatan utama dalam membangun iman, pengharapan, serta kesetiaan dalam menjalani kehidupan sehari-hari bersama Tuhan.

Hal tersebut disampaikan penyuluh agama Kristen, Merry Boling, S.Th saat membawakan firman Tuhan dengan tema Bertekun dalam Firman dan Doa” berdasarkan Kisah Para Rasul pasal 1 ayat 12-14 dalam program Mutiara Pagi Kristen RRI Boven Digoel, Sabtu, 16 Mei 2026.

Dalam penjelasannya, ia mengatakan bahwa setelah kenaikan Tuhan Yesus ke surga, para murid tetap tinggal di Yerusalem sesuai dengan perintah Tuhan. Mereka berkumpul dalam doa bersama Maria dan saudara-saudara Yesus sambil menantikan janji Bapa.

Menurutnya, para murid tidak hanya mendengar firman Tuhan, tetapi juga melakukannya dalam kehidupan mereka. Ketaatan untuk tetap tinggal di Yerusalem menjadi bukti bahwa mereka percaya penuh terhadap janji Tuhan yang telah disampaikan sebelumnya.’

“Firman Tuhan menjadi dasar pengharapan para murid sehingga mereka tetap berkumpul dan bersekutu dalam doa,” ujarnya.

Ia menjelaskan, para murid menunjukkan kehidupan doa yang sungguh-sungguh dengan terus berkumpul, sehati, dan tekun berdoa. Hal tersebut menjadi kekuatan mereka dalam menantikan penggenapan janji Tuhan.

Dalam firman tersebut terdapat tiga hal penting yang perlu diperhatikan, yakni berdoa bersama-sama, berdoa dengan sehati, dan berdoa dengan tekun.

Para murid yang berjumlah sekitar 120 orang memiliki latar belakang berbeda, namun tetap bersatu dalam doa karena memiliki tujuan yang sama, yaitu menantikan janji Tuhan.

Selain itu, kesatuan hati dalam doa disebut sebagai syarat penting untuk mengalami damai sejahtera Tuhan. Kesatuan hanya dapat terwujud apabila setiap orang percaya memiliki pikiran dan perasaan yang sama di dalam Kristus.

Merry Boling juga menekankan bahwa ketekunan dalam doa menjadi bagian penting dalam kehidupan orang percaya. Para murid tidak hanya berdoa selama menanti janji Tuhan, tetapi terus hidup dalam doa sehingga kehidupan mereka menjadi berkat bagi sesama.

Melalui renungan tersebut, umat Kristen diajak untuk terus hidup dalam firman dan doa sebagai sarana membangun hubungan yang dekat dengan Tuhan. Firman Tuhan menjadi jalan Tuhan berbicara kepada manusia, sedangkan doa menjadi sarana manusia menyampaikan harapan dan pergumulan kepada Tuhan.

Di akhir penyampaiannya, Merry Boling mengajak umat untuk tetap setia hidup dalam kasih Tuhan, menjaga persatuan, serta terus mengandalkan Tuhan dalam setiap langkah kehidupan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....