Makna Hening di Balik Senin hingga Rabu Suci

  • 31 Mar 2026 09:33 WIB
  •  Bovendigoel

RRI.CO.ID, Boven Digoel - Setelah umat Kristiani merayakan Minggu Palma, umat memasuki masa hening yang penuh makna, yakni Senin hingga Rabu Suci. Hari-hari ini menjadi bagian penting dalam perjalanan iman untuk mempersiapkan diri sebelum memasuki Tri Hari Suci dan puncaknya pada Paskah.

Masa hening ini bukan sekadar rangkaian ibadah, tetapi menjadi waktu refleksi batin. Umat diajak untuk lebih mendekatkan diri kepada Tuhan dengan mengurangi aktivitas yang tidak perlu, memperbanyak doa, serta merenungkan kehidupan dan hubungan dengan sesama.

Mengutip berbagai sumber rohani, pada Senin Suci, Injil mengisahkan tentang Maria yang mengurapi kaki Yesus dengan minyak wangi sebagai tanda kasih yang tulus. Peristiwa ini mengajarkan arti pengorbanan, ketulusan, dan kasih tanpa pamrih dalam kehidupan sehari-hari.

Memasuki Selasa Suci, Yesus mengungkapkan bahwa salah satu murid-Nya akan mengkhianati-Nya. Kisah ini menjadi pengingat bagi umat untuk melihat ke dalam diri, menyadari kelemahan, serta tetap setia dalam iman meskipun menghadapi godaan dan tantangan.

Sementara itu, Rabu Suci menjadi puncak suasana hening, ketika Yudas mulai merencanakan penyerahan Yesus. Peristiwa ini mengajak umat untuk merenungkan arti pengorbanan dan keteguhan hati dalam menghadapi cobaan hidup.

Makna hening dari Senin hingga Rabu Suci bukan hanya tentang diam, tetapi tentang mendengarkan suara hati, memperbaiki diri, serta mempererat hubungan dengan Tuhan dan sesama. Dengan menjalani masa ini, umat diharapkan semakin siap secara rohani untuk menyambut misteri penderitaan, wafat, dan kebangkitan Kristus dalam perayaan Paskah.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....