Terang yang Menyatukan Umat dalam Perayaan Malam Paskah
- 05 Apr 2026 20:41 WIB
- Bovendigoel
RRI.CO.ID, Boven Digoel - Perayaan Malam Paskah dalam tradisi Gereja Katolik diawali dalam suasana gelap yang sarat makna. Kegelapan tersebut melambangkan dunia yang masih berada dalam bayang-bayang dosa dan kematian. Dari situasi hening itu, satu cahaya dinyalakan melalui Lilin Paskah, yang kemudian dibagikan dari satu umat ke umat lainnya hingga seluruh gereja dipenuhi terang.
Tradisi ini bukan sekadar simbol, melainkan memiliki arti iman yang mendalam. Berdasarkan pedoman liturgi Paschale Solemnitatis nomor 82, dijelaskan bahwa setelah Lilin Paskah dinyalakan, umat menyalakan lilin mereka dari nyala tersebut. Terang itu menyebar di antara umat sebagai tanda kehadiran Kristus yang hidup di tengah Gereja-Nya.
Lilin Paskah melambangkan Yesus Kristus sebagai Terang Dunia. Dari satu nyala api, cahaya dibagikan kepada banyak orang, menggambarkan bahwa iman tidak hanya untuk diri sendiri, tetapi juga harus dibagikan kepada sesama. Hal ini menjadi panggilan bagi setiap umat untuk membawa terang kasih dan harapan dalam kehidupan sehari-hari.
Selain itu, pembagian lilin juga menegaskan makna persatuan. Cahaya yang menyebar dari satu umat ke umat lainnya menjadi simbol kebersamaan dalam iman dan persekutuan Gereja sebagai satu tubuh. Mengacu pada Binus University, tradisi ini mengandung makna terang Kristus, penyebaran iman, dan persekutuan umat.
Menariknya, saat lilin dinyalakan dan dibagikan, nyala api tidak berkurang sedikit pun. Hal ini menjadi simbol bahwa kasih dan iman tidak akan habis ketika dibagikan, justru semakin menyala dan menerangi banyak orang.
Melalui perayaan ini, umat diajak tidak hanya merayakan kebangkitan, tetapi juga menjadi pembawa terang yang menyatukan, melalui kasih, kepedulian, dan pelayanan kepada sesama.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....