Gau Maraja 2026 Berakhir, Warna Budaya Bone Tinggalkan Kesan

  • 02 Okt 2026 08:27 WIB
  •  Bone

RRI.CO.ID.BONE — Rangkaian Gau Maraja 2026 resmi berakhir setelah Closing Ceremony digelar di Lapangan Merdeka Watampone, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, Rabu 30 September 2026. Penutupan kegiatan tersebut dihadiri Kapolres Bone AKBP Astoto Budi Rahmantyo bersama Ketua Bhayangkari Cabang Bone Ny. Shenny Astoto serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Bone.

Closing Ceremony diawali sambutan Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman. Kegiatan ini sekaligus menandai berakhirnya seluruh rangkaian Gau Maraja yang sebelumnya diisi dengan berbagai agenda budaya dan hiburan masyarakat. Sejumlah pejabat turut hadir, di antaranya Ketua TP PKK Kabupaten Bone Hj. Maryam Andi Asman dan Wakil Bupati Bone Dr. H. Andi Akmal Pasluddin.

Suasana penutupan semakin semarak dengan penampilan Praditya, jebolan Indonesian Idol. Penampilannya mendapat sambutan masyarakat yang memadati kawasan Lapangan Merdeka Watampone.

Hiburan juga diisi Jacson Zeran yang membawakan sejumlah lagu, termasuk “Tabola Bale”. Penampilan tersebut menambah kemeriahan malam terakhir Gau Maraja 2026.

Di sisi lain, pengamanan menjadi bagian penting selama pelaksanaan seluruh rangkaian kegiatan. Polres Bone menempatkan personel di sejumlah titik untuk mengantisipasi kepadatan dan menjaga situasi tetap kondusif.

Kapolres Bone AKBP Astoto Budi Rahmantyo mengatakan, pengamanan dilakukan sejak rangkaian Gau Maraja dimulai hingga acara penutupan. “Selama seluruh rangkaian Gau Maraja, personel Polres Bone kami siagakan untuk memberikan pengamanan. Kami ingin seluruh kegiatan dapat berjalan aman, tertib dan lancar, sehingga masyarakat bisa menikmati setiap rangkaian acara dengan nyaman,” ujar Astoto.

Menurutnya, Gau Maraja tidak hanya menjadi ruang hiburan bagi masyarakat, tetapi juga memiliki nilai budaya. Kegiatan tersebut menjadi salah satu sarana untuk memperkenalkan seni, tradisi dan kreativitas masyarakat Bone kepada khalayak.

“Gau Maraja bukan sekadar hiburan. Kegiatan ini menjadi ruang untuk memperkenalkan, menjaga dan melestarikan seni, budaya serta kreativitas masyarakat Kabupaten Bone,” jelasnya.

Dengan berakhirnya Closing Ceremony, seluruh rangkaian Gau Maraja 2026 resmi ditutup. Perhelatan tersebut meninggalkan suasana dan pengalaman tersendiri bagi masyarakat yang mengikuti berbagai agenda selama kegiatan berlangsung.

Gau Maraja diharapkan tetap menjadi ruang bagi masyarakat Bone untuk mengenal, merawat dan menghidupkan kembali seni, tradisi, budaya serta kreativitas lokal.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....