Tim Mannennungeng Serahkan Policy Brief kepada Pemkab Bone
- 29 Sep 2026 18:33 WIB
- Bone
RRI.CO.ID, Bone - Passompe Mattana Bone sebagai salah satu agenda Gau' Maraja 2026 dirangkaikan dengan Lokakarya sebagai puncak Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Unit Kegiatan Mahasiswa Keilmuan dan Penalaran Ilmiah (UKM KPI) Universitas Hasanuddin. Lokakarya itu dilaksanakan di Baruga La Tea Ri Duni, Kompleks Rujab Bupati Bone, pada Senin, 28 September 2026.
Policy Brief diberikan kepada Pemerintah Kabupaten Bone sebagai bentuk rekomendasi kebijakan berbasis hasil pelaksanaan program. Sekaligus, juga penandatanganan Berita Acara Serah Terima (BAST) antara Tim Pelaksana PPK Ormawa UKM KPI Unhas yang menyasar Gapoktan Sipurio Sipurennu dan P4S Lamellong.
Dalam arahannya, Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., M.M. menekankan pentingnya peran para Passompe (perantau) Bone dalam membangun daerah. Menurutnya, para perantau yang telah meraih kesuksesan di berbagai wilayah memiliki tanggung jawab moral untuk turut berkontribusi bagi kemajuan kampung halaman, baik melalui investasi, transfer pengetahuan, maupun pemberdayaan masyarakat.
Bupati memandang para Passompe adalah duta-duta Bone di perantauan. Ia berharap mereka tidak hanya sukses di tanah rantau, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah. Kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan perantau adalah kunci percepatan pembangunan di Kabupaten Bone.
Ketua Umum UKM KPI Unhas, Aydil Fitra Mulya menuturkan semangat kolaborasi dan kontribusi bagi kampung halaman ini sejalan dengan filosofi Bugis "Lao Sapa Deceng, Lisu Mappadeceng" yang berarti pergi mencari kebaikan, pulang berbuat kebaikan. Filosofi inilah yang menjadi landasan Tim PPK Ormawa UKM KPI Unhas dalam menjalankan Program Mannennungeng di Desa Kajaolaliddong.
Dosen Pendamping Program Mannennungeng, Muh. Adnan Kasogi, S.Sos., M.Si. menekankan bahwa keberhasilan program ini adalah buah dari kolaborasi yang kuat antara berbagai pihak. "Program Mannennungeng bukanlah kerja satu pihak saja. Ini adalah hasil gotong royong antara mahasiswa, masyarakat, pemerintah daerah, instansi vertikal, dan seluruh pemangku kepentingan," kata Adnan kepada rri.co.id, Selasa, 29 September 2026.
Adnan mengungkapkan rasa syukurnya karena proses pendampingan dilakukan telah membuahkan hasil nyata, tidak hanya dalam bentuk teknologi, tetapi juga dalam penguatan kelembagaan dan kapasitas petani. “Lokakarya ini bukanlah akhir, justru di sinilah ujian sesungguhnya dimulai yaitu memastikan bahwa apa yang telah kita bangun bersama terus hidup dan berkembang”, lanjutnya.
Sementara itu, tokoh adat Bone, Andi Irwansyah, S.Sos., M.M. juga turut menyampaikan apresiasi dan harapannya terhadap keberlanjutan program. "Sebagai bagian dari masyarakat Bone yang mencintai tanah leluhurnya, kami sangat mengapresiasi apa yang telah dilakukan adik-adik mahasiswa Universitas Hasanuddin”, ungkapnya.
Program Mannennungeng telah mengingatkan kami bahwa pertanian bukan hanya soal bercocok tanam, tetapi juga soal menjaga warisan dan menjaga generasi. Menurut Andi Irwansyah, filosofi Mannennungeng yang berarti berkelanjutan sejalan dengan nilai-nilai adat dan budaya kami yang selalu menjunjung tinggi keseimbangan antara manusia, alam, dan Sang Pencipta.
“Kami berharap semangat ini terus dijaga, tidak hanya di Desa Kajaolaliddong, tetapi juga menyebar ke seluruh penjuru Bone. Kami sebagai tokoh adat siap bersinergi untuk memastikan warisan ini tetap hidup”, ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....