Babinsa Bersama Warga Berhasil Padamkan Kebakaran Kebun Jati Soppeng

  • 24 Agt 2026 18:40 WIB
  •  Bone

RRI.CO.ID, Soppeng – Kebakaran melanda kebun jati milik warga di Kampung Lobo, Dusun Lebbae, Desa Timusu, Kecamatan Liliriaja, Kabupaten Soppeng, Senin, 24 Agustus 2026. Kebakaran tersebut melibatkan Babinsa Koramil 1423-04/Liliriaja Sertu Nasruddin bersama anggota Polsek Liliriaja, Bhabinkamtibmas, petugas Damkar Kecamatan Liliriaja, serta masyarakat setempat.

Api pertama kali diketahui sekitar pukul 12.10 WITA oleh pemilik kebun, Hamsah (60), yang saat itu sedang bekerja di sawah. Melihat kepulan asap, Hamsah langsung menuju kebun dan berupaya memadamkan api menggunakan peralatan seadanya.

Namun, api dengan cepat membesar karena kondisi kebun dipenuhi ranting dan dedaunan kering. Hamsah kemudian meminta bantuan kepada Babinsa dan petugas pemadam kebakaran. Sekitar pukul 12.20 WITA, satu unit mobil Damkar Kecamatan Liliriaja tiba di lokasi. Petugas bersama Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan warga langsung melakukan pemadaman serta pendinginan.

Berkat respons cepat dan kerja sama seluruh unsur, kobaran api akhirnya berhasil dikendalikan sekitar pukul 15.10 WITA. Kebakaran tersebut mengakibatkan sekitar dua hektare kebun jati terdampak. Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut.

Penyebab kebakaran masih dalam pemeriksaan lebih lanjut. Namun, kondisi cuaca yang panas dan kering serta banyaknya material mudah terbakar di sekitar lokasi diduga menjadi salah satu faktor yang mempercepat penyebaran api.

Babinsa Sertu Nasruddin mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan, khususnya saat beraktivitas di lahan yang memiliki banyak vegetasi kering.

“Kebakaran dapat terjadi kapan saja. Karena itu, kewaspadaan dan kepedulian bersama sangat penting. Ketika aparat dan masyarakat bergerak bersama, setiap ancaman dapat dihadapi dengan lebih cepat dan terkendali,” ujarnya.

Ia mengingatkan warga tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, termasuk membakar sampah atau membuka lahan dengan cara dibakar.

Kebersamaan antara aparat, petugas pemadam, dan masyarakat menjadi kunci dalam mencegah kebakaran meluas. Semangat gotong royong diharapkan terus dijaga untuk menghadapi ancaman karhutla selama musim kemarau.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....