Karhutla Terjadi di Tellu Siattinge Bone, Api Padam 1,5 Jam
- 14 Sep 2026 09:30 WIB
- Bone
RRI.CO.ID, BONE — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di Dusun Lompoe, Desa Lanca, Kecamatan Tellu Siattinge, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, Minggu 13 September 2026 malam. Peristiwa tersebut dilaporkan terjadi sekitar pukul 18.55 WITA. Tim Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Bone bersama aparat TNI-Polri dan warga setempat kemudian berjibaku memadamkan api agar tidak meluas.
Kepala Bidang Sarana Prasarana Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Bone, Pamiluddin, SE., M.Si., mengatakan pihaknya menerima informasi kebakaran sekitar pukul 19.08 WITA. Menindaklanjuti laporan tersebut, Regu 1 UPT Ajangale (Tellu Siattinge) langsung bergerak menuju Tempat Kejadian Kebakaran (TKK) pada pukul 19.09 WITA dengan mengerahkan satu unit mobil pemadam.
Petugas tiba di lokasi sekitar pukul 19.26 WITA. Lokasi kebakaran berjarak kurang lebih empat kilometer dari posko pemadam kebakaran. Setibanya di lokasi, personel Damkar langsung melakukan penyemprotan dan pengendalian api. Upaya tersebut dilakukan untuk mencegah kobaran api merembet ke area lahan lainnya.
Proses pemadaman turut mendapat dukungan dari Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta masyarakat setempat. Mereka bersama-sama membantu petugas menangani kebakaran yang terjadi di kawasan tersebut. Berkat kerja sama petugas dan warga, api berhasil dipadamkan sekitar pukul 20.25 WITA. Dengan demikian, proses pemadaman berlangsung sekitar satu setengah jam sejak petugas tiba di lokasi.
Pamiluddin menyebut lahan yang terdampak kebakaran merupakan milik dua warga, yakni Andang (37) dan Laju (50). Namun, luasan lahan yang terbakar masih dalam proses pendataan. Hingga api berhasil dipadamkan, penyebab kebakaran belum diketahui. Petugas masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui sumber api yang memicu terjadinya karhutla tersebut.
Selain penyebab kebakaran, nilai kerugian juga belum dapat ditaksir. Pendataan masih dilakukan untuk mengetahui luas lahan dan dampak yang ditimbulkan akibat peristiwa tersebut. Setelah memastikan api benar-benar padam dan kondisi di lokasi aman, personel Damkar meninggalkan lokasi sekitar pukul 20.28 WITA untuk kembali ke posko.
Dalam kejadian tersebut tidak terdapat korban jiwa maupun korban luka-luka. Pamiluddin mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama saat kondisi lahan mudah terbakar. Ia juga meminta masyarakat segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan titik api agar dapat ditangani secepat mungkin dan mencegah kebakaran meluas.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....