Akademisi IAIN Bone Ingatkan Pejabat Publik Jaga Etika Komunikasi
- 29 Jul 2026 18:03 WIB
- Bone
RRI.CO.ID, Bone - Etika komunikasi publik sejumlah pejabat pemerintah kembali menjadi sorotan masyarakat. Gaya komunikasi yang cenderung kaku, arogan, dan minim empati dinilai berpotensi memicu persepsi negatif dari publik.
Merespon hal tersebut, Dosen Ilmu Komunikasi IAIN Bone, Dr. Andi Nur Aisyah Rusnali, M.I.Kom. menjelaskan dari sudut padang komunikasi, cara penyampaian sebuah pesan memiliki pengaruh yang sangat besar. Dalam komunikasi kita mengenal the medium is the message and how you say it matters.
“Ketika saya bertanya, kamu lagi kenapa ? Itu akan beda pemaknaannya ketika saya bertanya, kamu kenapa sih ? Padahal ketika kita mencermati, itu adalah pesan yang sama tetapi disampaikan dengan intonasi yang berbeda”, jelas Aisyah dalam Bincang Siang RRI, Selasa, 28 Juli 2026.
Aisyah mengatakan selain dari aspek pesan, siapa yang menyampaikan, bagaimana dia menyampaikannya, dan kapan ia menyampaikannya merupakan unsur-unsur yang juga menentukan bagaimana pesan itu diterima oleh masyarakat. Terlebih, di era media sosial seperti saat ini.
“Masyarakat akan melihat bagaimana pesan itu disampaikan ke media. Bagaimana intonasinya, kemudian mimiknya berbicara sehingga pesan yang maknanya baik, akan menghasilkan makna yang berbeda jika disampaikan dengan mimik dan intonasi yang berbeda”, ujar Ketua Prodi KPI IAIN Bone itu.
Tak jarang gaya bahasa pejabat publik pun menuai kecaman dan kritik di tengah masyarakat. Oleh karena itu, menurut Aisyah, terlepas dari gaya komunikasi masing-masing individu, pesan yang akan disampaikan kepada khalayak umum harus disaring serta dikemas dengan hati-hati dan beretika.
Di era digital menurut Aisyah, sesuatu yang viral sangat mudah untuk diciptakan, maka seharusnya pejabat publik memahami bahwa setiap gerak-geriknya akan menjadi ‘sasaran empuk’ untuk digiring masyarakat. “Jadi sebisa mungkin untuk meminimalisir tingginya tingkat emosi atau apapun itu yang bisa memicu ucapan dan sikap yang tidak layak untuk disaksikan masyarakat”, tegasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....