Profesi Bidan Dituntut Kuasai Teknologi Kesehatan

  • 24 Jun 2026 19:53 WIB
  •  Bone

RRI.CO.ID, Bone - Peringatan Hari Bidan Nasional ke-75 yang jatuh pada 24 Juni menjadi momentum refleksi bagi profesi bidan untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di tengah perubahan kebutuhan masyarakat yang semakin kompleks. Ketua Pengurus Cabang Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kabupaten Bone, Hj. Siti Wahidah, S.ST., M.Kes., mengatakan bahwa peran bidan saat ini tidak lagi hanya dikenal sebagai tenaga kesehatan yang membantu proses persalinan.

Menurutnya, tuntutan masyarakat modern membuat profesi bidan harus mampu menjalankan peran yang lebih luas dalam pelayanan kesehatan. “Kalau dahulu masyarakat mengenal bidan sebagai tenaga kesehatan yang membantu persalinan, maka saat ini peran bidan sudah berkembang dan menjadi lebih kompleks sesuai kebutuhan masyarakat,” ujar Wahidah kepada RRI.CO.ID Rabu 24 Juni 2026.

Ia menjelaskan, salah satu tantangan utama yang dihadapi bidan saat ini adalah tuntutan untuk terus meningkatkan kompetensi agar mampu memberikan pelayanan yang sesuai dengan perkembangan ilmu kesehatan dan kebutuhan pasien. Peningkatan kapasitas tersebut dinilai penting untuk menjaga mutu layanan kesehatan ibu dan anak.

Selain itu, meningkatnya jumlah lulusan kebidanan setiap tahun turut menciptakan persaingan yang semakin ketat di dunia kerja. Karena itu, para lulusan kebidanan dituntut memiliki kemampuan tambahan, baik dalam aspek komunikasi, manajemen pelayanan, maupun penguasaan teknologi kesehatan yang terus berkembang.

Menurutnya, tantangan lain juga dirasakan oleh bidan yang bertugas di daerah terpencil. Dengan keterbatasan sarana dan prasarana, mereka tetap dituntut memberikan pelayanan kesehatan terbaik kepada masyarakat. Di sisi lain, kemudahan akses informasi kesehatan di era digital mengharuskan bidan menjadi sumber edukasi yang akurat dan terpercaya.

Pada momentum HUT IBI ke-75, Wahidah berharap pemerintah dan seluruh elemen masyarakat dapat memberikan dukungan yang lebih besar kepada para bidan sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan ibu dan anak. “Kami berharap adanya dukungan sarana dan prasarana, jaminan keamanan dalam bekerja, serta peningkatan kesejahteraan bagi para bidan agar dapat terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” tuturnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....