Wabup Bone Tekankan Tiga Pilar Kecerdasan dalam Pendidikan Modern

  • 17 Jun 2026 14:33 WIB
  •  Bone

RRI.CO.ID, Bone - Wakil Bupati Bone, Dr. H. Andi Akmal Pasluddin, S.P., M.M., menekankan pentingnya keselarasan tiga komponen kecerdasan dalam sistem pendidikan modern saat ini. Tiga pilar utama yang dimaksud meliputi kecerdasan intelektual (IQ), kecerdasan emosional (EQ), dan kecerdasan spiritual (SQ) sebagai fondasi dasar bagi para santri.

Hal tersebut disampaikannya dalam acara wisuda tahfidz dan penamatan ratusan siswa Pondok Pesantren Baytul Mukarommah di Ballroom Sentosa, Hotel Novena Watampone, Rabu, 17 Juni 2026. Andi Akmal menilai, generasi masa depan tidak hanya dituntut memiliki ilmu pengetahuan yang tinggi dan kemampuan menguasai perkembangan teknologi.

Di samping keunggulan IQ tersebut, anak didik wajib dibekali kecerdasan emosional agar mampu mengelola diri dan beradaptasi secara sosial. "Banyak orang pintar di luar sana, tetapi mereka tidak memiliki kecerdasan emosional yang baik," ujar Wakil Bupati di hadapan ratusan wali santri.

Menurutnya Pondok Pesantren Baytul Mukarommah dinilai telah berhasil memadukan indikator intelektual dan emosional tersebut sejak dini di lingkungan kampus. Keunggulan sistem ini semakin lengkap berkat adanya internalisasi kecerdasan spiritual yang menjadi ruh utama lembaga pendidikan Islam. Menurutnya, keterpaduan tiga elemen besar ini merupakan esensi dan tujuan sejati dari sebuah proses pendidikan yang ideal. "Saya kira tema hari ini luar biasa, bagaimana memadukan integrasi intelektual, emosional, dan spiritual dalam mencetak generasi berjiwa Rabbani," puji Andi Akmal.

Pihaknya pun meminta seluruh jajaran dan elemen masyarakat untuk terus bersinergi dalam membangun sumber daya manusia yang mandiri serta profesional. Pemerintah Daerah Bone optimistis bahwa kolaborasi ini akan melahirkan generasi muda yang unggul di segala lini kehidupan.

Sementara itu, Pembina Yayasan Baytul Mukarommah, Anton Taufik, S.H., melaporkan total santri dan siswa yang mengikuti prosesi kelulusan tahun ini mencapai 144 orang. Pihak yayasan turut bangga karena salah satu santriwati penghafal Al-Qur'an 30 juz berhasil lolos bebas tes di Fakultas Kedokteran UMI Makassar. Prestasi gemilang tersebut menjadi bukti nyata bahwa kurikulum berbasis spiritual mampu melahirkan lulusan berintelektual tinggi.

Anton juga menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh donatur atas dukungannya terhadap perluasan area pesantren pada kampus kedua di Desa Panjili. Di akhir sambutannya, ia berpesan agar para lulusan menjadikan Al-Qur'an sebagai pedoman hidup yang terus diamalkan setiap hari. "Hari ini kalian ditamatkan sebagai santri, namun jangan pernah tamat untuk belajar berbuat baik dan mengukir prestasi," pungkas Anton.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....