Santri SAKTI, Kunci Hidupnya Pancasila di Indonesia

  • 02 Jun 2026 21:25 WIB
  •  Bone

RRI.CO.ID, Bone - Wakil Pimpinan Pondok Pesantren Al-Ikhlas Bone, Dr. Muhammad Asriady, S.Hd., M.Th.I., CPSM., menegaskan bahwa santri memiliki peran strategis dalam menjaga dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila di tengah berbagai tantangan zaman. Menurutnya, Pancasila tidak cukup hanya dihafalkan, tetapi harus diwujudkan dalam tindakan nyata yang bermanfaat bagi masyarakat, bangsa, dan negara.

Ia menjelaskan, santri masa kini harus menjadi pribadi yang SAKTI, yaitu Santri yang Aktif, Kreatif, Tangguh, dan Intelek. Konsep tersebut dinilai relevan untuk memperkuat karakter generasi muda dalam menyongsong Indonesia Emas 2045 sekaligus menjaga eksistensi Pancasila sebagai dasar negara.

"Santri harus SAKTI. Bukan sakti karena ilmu kanuragan, tetapi sakti karena karakter. Santri yang aktif, kreatif, tangguh, dan intelek akan menjadi garda terdepan dalam menghidupkan nilai-nilai Pancasila di tengah masyarakat," ujar Dr. Muhammad Asriady saat di konfirmasi pada Selasa, 2 Juni 2026.

Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa santri harus aktif dalam kegiatan sosial kemasyarakatan sebagai bentuk pengamalan sila Kemanusiaan yang Adil dan Beradab serta Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia. Aktivitas seperti mengajar mengaji, gotong royong, peduli terhadap persoalan sosial, hingga membantu sesama menjadi wujud nyata penerapan nilai Pancasila.

Selain aktif, santri juga dituntut kreatif dalam menjaga persatuan bangsa. Menurutnya, kreativitas dapat diwujudkan melalui dakwah yang menyejukkan, pemanfaatan teknologi digital, pengembangan usaha produktif, hingga menciptakan karya yang mampu mempererat persaudaraan di tengah keberagaman masyarakat Indonesia.

Asriady menambahkan, ketangguhan menjadi modal penting bagi santri untuk menghadapi berbagai tantangan moral dan sosial. Ketangguhan tersebut diwujudkan dengan menjaga keimanan, menjauhi narkoba, judi online, serta mampu menyaring informasi agar tidak mudah terpengaruh hoaks dan provokasi yang dapat memecah belah bangsa.

"Kesaktian Pancasila ada pada santri yang kokoh imannya, kuat mentalnya, dan mampu mempertahankan nilai-nilai kebenaran di tengah berbagai godaan serta tekanan kehidupan modern," tambahnya.

Ia juga menekankan pentingnya membangun santri yang intelek, yakni generasi yang menguasai ilmu agama sekaligus ilmu pengetahuan dan teknologi. Menurutnya, santri yang memiliki wawasan luas, berakhlak baik, serta mampu berpikir kritis akan menjadi agen perubahan yang berkontribusi dalam mewujudkan keadilan sosial dan kemajuan bangsa Indonesia.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....