Etika Digital Jadi Tantangan Pelajar Mengamalkan Pancasila
- 02 Jun 2026 00:24 WIB
- Bone
RRI.CO.ID,Bone - Peringatan Hari Lahir Pancasila menjadi momentum bagi generasi muda untuk kembali memahami bahwa nilai-nilai Pancasila tidak cukup hanya dihafal, tetapi harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari. Di tengah perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi digital, pelajar dihadapkan pada tantangan besar dalam mengimplementasikan nilai-nilai tersebut, khususnya saat bermedia sosial.
Winner Duta Pelajar Sulawesi Selatan 2026, Muh. Rifqi Al Faritsi, menilai pemahaman pelajar terhadap Pancasila saat ini sebenarnya sudah cukup baik. Kemudahan akses informasi membuat generasi muda semakin mudah mempelajari nilai-nilai kebangsaan. Namun, menurutnya tantangan utama bukan lagi pada pemahaman, melainkan pada penerapan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan nyata.
Rifqi menjelaskan bahwa media sosial menjadi ruang yang paling sering menguji karakter pelajar. Banyak pelajar yang dengan mudah memberikan komentar terhadap suatu isu tanpa terlebih dahulu memahami fakta yang sebenarnya. Kondisi ini dinilai berpotensi memunculkan sikap yang bertentangan dengan semangat Pancasila.
"Justru di balik arus komunikasi yang sudah sangat luas, tantangan terbesar kita adalah bagaimana cara mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, terutama di media sosial," ujarnya saat di konfirmasi Senin, 1 Juni 2026.
Menurut Rifqi, etika dalam bermedia sosial menjadi hal yang sangat penting karena setiap komentar yang disampaikan seseorang tidak hanya mencerminkan dirinya sendiri, tetapi juga membawa nama keluarga, sekolah, dan lingkungan tempatnya berada. Karena itu, pelajar harus memiliki kemampuan menyaring informasi sebelum memberikan tanggapan terhadap suatu persoalan.
Ia menambahkan bahwa banyak kasus muncul akibat kebiasaan memberikan komentar secara spontan tanpa memahami persoalan secara utuh. Akibatnya, ruang digital sering dipenuhi ujaran yang tidak membangun dan berpotensi merugikan pihak lain. Situasi tersebut menunjukkan pentingnya penerapan nilai kemanusiaan yang adil dan beradab dalam kehidupan digital.
"Sebenarnya wajib bagi pelajar untuk memahami etika bermedia sosial. Kita harus menyaring informasi sebaik mungkin sebelum berkomentar agar tidak menimbulkan masalah yang lebih besar," katanya.
Rifqi berharap generasi muda mampu menjadikan Pancasila sebagai pedoman dalam setiap aktivitas, termasuk saat menggunakan teknologi. Dengan mengedepankan adab, menghargai sesama, dan berpikir sebelum bertindak, pelajar tidak hanya menjadi pengguna media sosial yang bijak, tetapi juga menjadi generasi yang mampu menjaga nilai-nilai Pancasila tetap hidup di era digital.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....