Tari, Bahasa Universal tanpa Kata
- 29 Apr 2026 13:54 WIB
- Bone
RRI.CO.ID, Bone — Peringatan Hari Tari Internasional yang jatuh pada Rabu 29 April 2026 menjadi momentum refleksi bagi para penggiat seni untuk kembali memaknai esensi tari sebagai medium ekspresi yang melampaui batas kata. Hal ini mengemuka dalam program Bincang Siang RRI Bone yang menghadirkan dua narasumber, yakni Reny Sulastri Nurdin, S.Pd., M.Pd. dan Andi Muhammad Yunus.
Reni Sulastri Nurdin yang juga Kepala SMP Negeri 2 Palakka serta seniman dan performer di Bone, menyampaikan bahwa tari merupakan bahasa universal yang mampu menjangkau perasaan manusia tanpa harus diucapkan. Menurutnya, gerak tubuh dalam tari adalah bentuk komunikasi yang jujur dan mendalam.
“Selamat Hari Tari Sedunia untuk para penari di seluruh dunia. Bagi saya, tari adalah bahasa universal yang melampaui kata-kata. Kita bisa mengungkapkan sesuatu lewat gerakan tubuh tanpa harus berbicara,” ujarnya.
Ia menambahkan, dalam kehidupan sehari-hari tidak semua hal mampu diungkapkan melalui lisan. Namun melalui tari, setiap emosi, gagasan, hingga kegelisahan dapat tersampaikan dengan lebih bebas dan autentik.
“Ketika gerak itu disatukan dengan jiwa, dengan tradisi, dan dengan komunitas, maka itu menjadi kalimat yang tidak pernah gagal. Apa yang sulit diucapkan, bisa disampaikan lewat tari,” tambah Reny.
Sementara itu, Andi Muhammad Yunus yang merupakan dosen sekaligus pimpinan Sanggar Seni Budaya ArungPalaka, memandang tari sebagai rangkaian gerak yang sarat makna dan ekspresi. Ia menekankan bahwa setiap gerakan dalam tari tidak pernah hadir tanpa tujuan.
| Baca juga: Response Rate Rendah, BPS Gencarkan Edukasi |
“Tari adalah gerakan yang memiliki makna. Lewat ekspresi dan gerak, kita bisa menyampaikan pesan kepada penonton. Apa yang disampaikan Kak Reni benar, bahwa tari adalah bahasa universal yang bisa dipahami tanpa kata,” jelasnya.
Menurut A. Yunus, di balik setiap koreografi terdapat pesan yang dirancang secara mendalam oleh penciptanya. Oleh karena itu, tari bukan sekadar rangkaian gerakan estetis, melainkan bentuk komunikasi artistik yang menyimpan nilai budaya, identitas, dan kejujuran manusia.
Melalui peringatan Hari Tari Internasional ini, keduanya berharap generasi muda semakin tertarik untuk mengenal dan mencintai seni tari sebagai bagian dari warisan budaya. Tari tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga ruang ekspresi, edukasi, dan jembatan yang menghubungkan individu dengan nilai-nilai kehidupan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....