Orang Tua Diminta Optimalkan Pendidikan Ramadan Anak

  • 09 Feb 2026 10:30 WIB
  •  Bone

RRI.CO.ID, Bone - Menyambut bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah, orang tua diharapkan lebih cermat dalam membimbing dan mengarahkan anak-anak agar mampu memanfaatkan momentum Ramadhan dengan sebaik-baiknya melalui berbagai aktivitas positif dan edukatif. Selain rutinitas ibadah seperti puasa, tadarus Al-Qur’an, dan salat tarawih, anak-anak juga perlu diberikan keteladanan langsung dalam kehidupan sehari-hari.

Keteladanan dari orang tua dinilai menjadi kunci dalam membentuk karakter dan kebiasaan baik anak selama Ramadan. Orang tua diharapkan mampu menjadi role model dalam bersikap, beribadah, serta dalam menebar kebaikan kepada sesama, sehingga nilai-nilai Ramadhan tidak hanya dipahami secara teori, tetapi juga dipraktikkan secara nyata dalam kehidupan keluarga.

Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bone, Maya Damayanti Andi Akmal, mengungkapkan bahwa pendidikan berbagi dan kepedulian sosial sudah ia tanamkan kepada anak-anaknya sejak dini melalui praktik langsung di lapangan. “Anak-anak saya ajarkan untuk suka selalu berbagi. Mereka biasanya saya ajarkan untuk mengurus sendiri, mulai dari belanja, packing, sampai membagikannya sendiri. Jadi mereka tahu apa yang mau mereka bagi dan kepada siapa mereka mau bagi,” ungkap Maya Damayanti kepada RRI.CO.ID, Senin, 9 Februari 2026.

Menurutnya, proses tersebut mengandung nilai edukasi yang kuat karena anak-anak tidak hanya diajarkan memberi, tetapi juga belajar bertanggung jawab atas amal baik yang mereka lakukan. “Di situ ada proses pembelajaran. Mereka tidak hanya berbagi, tapi juga bekerja untuk amal baik yang mereka kerjakan. Biasanya mereka ke panti asuhan atau ke pinggir jalan jelang buka puasa, membeli kebutuhan pokok seperti minyak, susu, mie instan, lalu membagikannya kepada orang-orang yang lewat dan dianggap memang layak menerima,” tambahnya.

Kebiasaan berbagi tersebut telah menjadi tradisi keluarga yang terus dijaga hingga kini, bahkan setelah anak-anaknya beranjak dewasa. Ia menilai, pembiasaan sejak dini akan membentuk empati, kepekaan sosial, serta kepedulian yang melekat dalam diri anak hingga dewasa.

Selain itu, Maya menekankan pentingnya membangun suasana Ramadan yang hangat di dalam keluarga melalui kebiasaan sahur dan berbuka puasa bersama. “Sahur bersama dan buka puasa bersama keluarga itu perlu dibiasakan. Ini membangun keharmonisan dalam keluarga. Kita bisa ngobrol, berbagi cerita, dan menunjukkan kasih sayang saat ritual sahur dan berbuka,” ujarnya.

Ia berharap, Ramadan tidak hanya menjadi momentum ibadah individual, tetapi juga menjadi sarana pendidikan karakter dan penguatan ikatan keluarga. Dengan bimbingan, keteladanan, serta kebiasaan baik yang ditanamkan orang tua, anak-anak diharapkan tumbuh menjadi pribadi yang religius, peduli sesama, dan berakhlak mulia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....