Satlantas Sasar Travel Gelap Dalam Operasi Keselamatan 2026

  • 03 Feb 2026 10:24 WIB
  •  Bone

RRI.CO.ID, Bone - Operasi Keselamatan Pallawa 2026 telah resmi digelar serentak di seluruh wilayah Indonesia hari ini. Adapun tujuan utama operasi ini adalah untuk menghimbau dan mengedukasi para pengendara agar selalu mematuhi segala aturan di jalan untuk menciptakan pengendara yang berkeselamatan. 

Kanit Kamsel Satlantas Polres Bone, Ipda Chandra Wijaya, S.H. mengungkapkan Operasi Keselamatan ini juga menjadi upaya kepolisian untuk mewujudkan kamseltibcarlantas secara preemtif dan preventif menuju Operasi Ketupat. “Ada 9 sasaran, termasuk ranmor pribadi yang menggunakan sirine atau strobo bukan untuk peruntukannya," jelas Ipda Chandra dalam Bincang Siang, Senin, 2 Februari 2026. 

 Chandra mengaaka. banyak masyarakat yang memakaikan sirine pada kendaraan pribadinya. “Padahal sebenarnya itu dilarang sehingga menimbulkan protes dari masyarakat," ujar Kanit Kamsel itu. 

Penggunaan sirine atau strobo pada kendaraan pribadi biasanya dimaksudkan untuk mengurai kemacetan. “Hal ini menimbulkan persepsi negatif ditengah masyarakat karena biasanya disangka keluarga polisi dan lainnya," kata Candra.

Chandra mengatakan kendaraan pribadi berplat hitam yang banyak digunakan untuk mengangkut penumpang, atau disebut travel gelap. “Perlu disosialisasikan secara luas agar masyarakat dapat memilih angkutan yang bisa dipakai demi keselamatan mereka”, ujarnya.

Dikatakan Chandra, kendaraan umum yang resmi menggunakan plat berwarna kuning, sedangkan plat hitam diperuntukkan bagi mobil pribadi. “Cuma dimanfaatkan oleh sebagian masyarakat untuk mencari nafkah, sebenarnya itu tidak diperbolehkan karena biasanya belum memiliki legalitas dan izin”, pungkasnya. 

Banit Regident Sat Lantas Polres Bone Brigpol Yuyun Ulfiana Yunus, S.H. menuturkan kendaraan plat hitam yang digunakan sebagai angkutan umum atau jasa travel tidak dijamin oleh asuransi dari Jasa Raharja. “Pada saat memasuki bulan suci ramadhan, banyak masyarakat yang menggunakan jasa travel sehingga kami mengedukasi kembali supir travel untuk mengikuti aturan yang ada”, ungkap Yuyun.

Ditambahkan Yuyun, Operasi Keselamatan tahun ini juga menyasar travel gelap, sekaligus jadi pembeda dengan operasi sebelumnya. “Kemungkinan terburuknya, jika terjadi kecelakaan, tidak semua penumpangnya dicover asuransi karena pemilik mobil tidak membayar asuransi itu setiap tahun”, tambahnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....