Refleksi Ramadan Akhir Syukur Mendalam Sambut Idul Fitri
- 20 Mar 2026 13:27 WIB
- Bone
RRI.CO.ID,Bone - Menjelang berakhirnya bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, umat Muslim diajak untuk melakukan refleksi mendalam terhadap makna puasa, syukur, dan perubahan diri. Hal ini disampaikan oleh Dr. Muhammad Asriady, S.Hd., M.Th.I., CPSM., Wakil Pimpinan Pondok Pesantren Al-Ikhlas, dalam tausiah yang menekankan pentingnya menjadikan Ramadan sebagai momentum pembentukan karakter spiritual, pada jumat, 20 maret 2026.
Menurut Dr. Asriady, Ramadan bukan sekadar ritual menahan lapar dan dahaga, tetapi merupakan sarana untuk mengenali jati diri sebagai hamba Tuhan. Ia mengutip pandangan Syekh Badiuzzaman Said Nursi yang menyebut bahwa alam semesta adalah “hidangan Tuhan” yang mengajarkan manusia tentang puasa, hidup hemat, dan bersyukur sebagai tiga prinsip utama kehidupan.
“Puasa Ramadan adalah madrasah terbaik untuk memahami nilai sebuah nikmat. Tanpa rasa lapar, manusia seringkali lupa bahwa seteguk air adalah mukjizat,” ujarnya.
Ia menjelaskan, Al-Qur’an menempatkan syukur sebagai inti penghambaan. Dalam Surah Ar-Rahman, ayat yang berbunyi “Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?” diulang sebanyak 31 kali sebagai bentuk peringatan agar manusia tidak lalai terhadap nikmat yang telah diberikan.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa syukur tidak hanya sebatas ucapan, tetapi harus diwujudkan dalam sikap hidup, termasuk menghindari perilaku mubazir. “Orang yang benar-benar bersyukur akan menghargai setiap nikmat, sekecil apa pun, sebagai bentuk penghormatan kepada Sang Pemberi rezeki,” tambahnya.
Di penghujung Ramadan, Dr. Asriady juga mengingatkan agar umat tidak menyia-nyiakan kesempatan meraih ampunan. Ia mengutip hadis Rasulullah SAW yang menyatakan bahwa merugilah seseorang yang melewati Ramadan tanpa mendapatkan ampunan dari Allah SWT.
Fenomena tersebut, menurutnya, masih terjadi di tengah masyarakat, di mana sebagian orang hanya menahan lapar secara fisik, namun tidak menahan diri dari perbuatan yang merusak nilai ibadah, seperti menjaga lisan dan hati.
Oleh karena itu, ia mengajak seluruh umat Muslim untuk menutup Ramadan dengan penuh kesadaran dan rasa syukur, serta menumbuhkan kerinduan untuk kembali dipertemukan dengan Ramadan di tahun mendatang dalam kondisi iman yang lebih baik. “Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. Mari kita jadikan setiap nikmat sebagai jalan mendekat kepada Allah, dan setiap ujian sebagai pengingat untuk tetap rendah hati,” tutup Dr. Asriady.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....