Serba Serbi Sambut Hari Raya Idul Fitri
- 16 Mar 2026 13:44 WIB
- Bone
RRI.CO.ID, Bone - Setiap tahunnya Idul Fitri selalu disambut dengan penuh semangat dan sukacita sebagai hari kemenangan setelah sebulan berpuasa. Hari semua umat Muslim kembali fitri dengan saling memaafkan dan saling mengunjungi untuk mempererat silaturahmi.
Semangat itu pun semakin terlihat jelang datangnya hari raya Idul fitri, kaum hawa biasanya sudah terlihat sibuk dengan berbagai ritual wajib mereka yang selalu sama setiap tahunnya. Para ibu mendadak sibuk dengan kegiatan beberes rumah, berbelanja pakaian, membuat kue dan lain sebagainya.
Ustadz Muhammad Nur mengatakan antusiasme ibu-ibu bukan hanya terlihat di akhir saja, bahkan sejak awal ramadan mereka sudah mempersiapkan banyak hal. “Setiap hari mereka selalu sibuk mempersiapkan hidangan sahur dan menu untuk berbuka puasa untuk keluarganya”, kata Muhammad Nur saat dikonfirmasi rri.co.id, Minggu, 15 Maret 2026.
Menurutnya, tapi yang perlu kita garis bawahi adalah ibadah bukan hanya salat, pekerjaan dunia pun yang diniatkan untun mendapatkan ridha Allah, maka akan dinilai sebagai ibadah oleh Allah SWT. “Mungkin ibu-ibu yang menyiapkan sahur ini, bisa saja lebih tinggi pahalanya daripada orang yang berpuasa”, tutur Muhammad Nur.
Sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW : “Barangsiapa memberi makan orang yang berpuasa, maka ia mendapat pahala seperti pahala orang yang berpuasa itu” (HR. Tirmidzi). “Jadi kita jangan sampai berpikir bahwa ibu-ibu itu tidak mendapat pahala karena sibuk ji memasak”, jelasnya.
Dikatakan, Misalnya dia berbelanja pakaian untuk lebaran tapi niatnya untuk pamer atau menyombongkan diri, maka itu tidak digolongkan sebagai ibadah. “Berbeda lagi kalau niatnya untuk menyenangkan anak-anak, menyenangkan keluarga maka itu akan bernilai ibadah”, ucap Muhammad Nur.
Meskipun esensi dari Idul Fitri bukan sekadar baju baru, melainkan peningkatan kualitas amal ibadah dan perbaikan diri (transformasi spiritual) dibandingkan bulan-bulan sebelumnya. Selain itu, Idul Fitri (dari akar kata futhur/berbuka) menandai hari di mana manusia berbuka dari puasa nafsu, menjadi lebih bijaksana, dan tidak lagi diperbudak keinginan diri sendiri, serta kembali kepada tauhid dan keislaman yang lurus.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....