Perbedaan Awal Ramadan Bagian Harmoni Beragama
- 23 Feb 2026 20:58 WIB
- Bone
RRI.CO.ID, Bone – Perbedaan penentuan awal Ramadan di Indonesia merupakan bagian dari dinamika harmoni kehidupan beragama yang perlu disikapi secara bijak. Hal ini disampaikan Penyuluh KUA Kementerian Agama Kabupaten Bone, Fatma Utami Joharoh, saat menjadi narasumber program Cerita Ramadan RRI Bone, Senin, 23 Februari 2026.
Fatma menegaskan bahwa perbedaan metode hisab dan rukyat merupakan khazanah keilmuan dalam syariat Islam. “Kami kira khazanah keilmuan dan metodologi syariat penentuan awal Ramadhan tidak apa-apa menjadi berbeda. Yang penting kita tahu landasan masing-masing dan tidak memutlakkan satu metode sebagai satu-satunya yang benar,” ujarnya kepada rri.co.id.
| Baca juga: Serba Serbi Sambut Hari Raya Idul Fitri |
Menurutnya, perbedaan dalam penentuan awal puasa maupun Idulfitri tidak perlu dipandang sebagai perpecahan umat. Ia menilai perbedaan tersebut termasuk dalam ranah furu’iyah atau cabang pemikiran keagamaan, bukan persoalan akidah yang bersifat prinsipil.
Ia juga mencontohkan bahwa masyarakat Indonesia telah terbiasa hidup dalam perbedaan mazhab dan metode penetapan kalender hijriah. “Tidak harus seragam, santai saja. Ini bagian dari hak warga negara untuk meyakini dan menjalankan keyakinan agamanya,” katanya.
Fatma menambahkan bahwa pemerintah melalui sidang isbat berupaya menyatukan umat, namun tetap menghargai kelompok-kelompok yang memiliki metode penetapan sendiri. Menurutnya, sikap pemerintah yang tidak memaksakan satu pandangan merupakan bentuk fleksibilitas dan penghormatan terhadap keberagaman.
Ia mengingatkan bahwa sikap fanatik terhadap satu pendapat ulama dan menutup diri dari pandangan lain dapat memicu konflik sosial. “Yang tidak boleh adalah ketika perbedaan itu diimplementasikan dalam tindakan yang berpotensi memecah belah atau memicu kekerasan,” tegasnya.
Melalui program Cerita Ramadan RRI, Fatma mengajak masyarakat untuk bersikap terbuka, moderat, dan menghargai perbedaan sebagai bagian dari kekayaan tradisi keilmuan Islam, sehingga harmoni dan persatuan umat tetap terjaga di tengah keberagaman.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....