Sambal, Tradisi Yang Tersaji dalam Cita Rasa Lokal

  • 15 Mei 2025 09:53 WIB
  •  Bone

KBRN, Bone: Sambal yang terbuat dari cabai, bawang, tomat, terasi, dan bumbu-bumbu lainnya adalah salah satu pelengkap bagi orang Indonesia saat menyantap makanannya. Apapun menunya, rasanya tak lengkap dan belum nikmat tanpa tambahan sambal.

Dilansir dari laman Wikipedia, Sambal merupakan tradisi pribumi khas pulau Jawa untuk membuat kondimen atau penyedap makanan, kata "sambal" itu sendiri sejatinya merupakan sebuah kata serapan yang berakar dari bahasa Jawa kuno yakni sambĕl yang memiliki arti "dihancurkan" atau "dilumatkan", merujuk kepada proses pengolahan rempah ataupun cabe yang dilumatkan.

Terminologi tersebut dapat ditelusuri dalam berbagai prasasti maupun manuskrip Jawa kuno yang ditemukan di seantero pulau Jawa, beberapa di antaranya adalah kidung Sri Tanjung (dari abad ke-12), manuskrip Serat Centini (dari abad ke-16), dan lain sebagainya.

Sebelum cabai yang dikenal saat ini masuk ke Nusantara, nenek moyang orang Jawa menggunakan cabai Jawa atau cabai puyang (piper retrofractum), lada (piper nigrum), dan Jahe (zingiber officinale) sebagai bahan membuat sambal. Seiring masuknya bangsa Spanyol dan Portugis yang membawa cabai ke Nusantara abad ke-16, cabai jawa perlahan tergantikan dengan adanya cabai rawit yang tidak hanya menambah rasa hangat tetapi juga menambah sensasi rasa pedas.

Pada masa perkembangannya, hidangan ini tersebar ke berbagai wilayah di Nusantara dengan ciri khas dan kreativitasnya masing-masing di setiap daerah. Kini, sambal telah menjelma menjadi bagian yang tak terpisahkan dari masyarakat Indonesia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....