Bukan Cuma Genetik, Dokter Ungkap Pemicu Utama Diabetes dan Cara Mencegahnya
- 08 Agt 2026 21:26 WIB
- Bone
RRI.CO.ID, Bone - International Diabetes Federation menyebut angka penderita diabetes di Indonesia tergolong tinggi, dengan jumlah kasus mencapai sekitar 20,4 juta jiwa atau tingkat prevalensi sebesar 11,3% pada penduduk dewasa. Penyakit kronis ini ditandai dengan tingginya kadar gula (glukosa) di dalam darah akibat tubuh tidak bisa memproduksi cukup hormon insulin atau tidak mampu menggunakan insulin dengan efektif.
Kepala Rumah Sakit Dr. M. Yasin Bone, dr. Ade Toni Feri Heryanto, Sp.Pd., MMRS., CHMP. menjelaskan memiliki riwayat keluarga dengan diabetes meningkatkan risiko seseorang 2 hingga 4 kali lebih tinggi secara genetik. “Namun, faktor keturunan bukanlah takdir mutlak bahwa seseorang pasti akan terkena penyakit tersebut”, jelas Ade saat dikonfirmasi rri.co.id, Sabtu, 8 Agustus 2026.
Menurut Ade, seseorang dengan keturunan diabetes tetap dapat terhindar apabila ia sadar dan konsisten menjaga pola hidup sehat. Sebaliknya, orang tanpa riwayat keluarga sama sekali bisa terkena diabetes jika memiliki pola makan buruk dan malas berolahraga.
Ade mengungkapkan konsumsi junk food, makanan dengan karbohidrat kompleks berlebih (seperti mie instan), olahan tepung, gorengan, dan minuman berwarna sangat berpotensi memicu lonjakan gula darah jika dikonsumsi secara terus-menerus. Sebagai pencegahan, dr. Ade memberikan rumus edukasi sederhana yang disebut 3G, yaitu membatasi konsumsi Gula, Garam dan Goreng-gorengan.
Ia menambahkan kebiasaan masyarakat Indonesia yang mengonsumsi nasi dalam porsi besar merupakan salah satu sumber gula yang tinggi. “Untuk memperbaiki pola makan tanpa merasa tersiksa, porsi makan harian perlu diatur secara seimbang”, tambahnya.
Sesuai panduan gizi seimbang, porsi piring makan idealnya dibagi menjadi tiga bagian, ½ bagian untuk sayur dan buah. “¼ bagian: sumber protein, ikan, daging, atau telur dan ¼ bagian adalah Karbohidrat, seperti nasi atau umbi-umbian”, tutur dokter spesialis penyakit dalam itu.
Dr. Ade menghimbau masyarakat untuk rutin melakukan medical check up, minimal 6 bulan atau selambat-lambatnya 1 tahun sekali. “Hal Itu dilakukan untuk mencegah terjadinya komplikasi berat dan dianjurkan juga untuk berolahraga”, tutupnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....