Psikiater Ungkap Penyebab Sulit Tidur dan Solusinya
- 06 Mei 2026 17:56 WIB
- Bone
RRI.CO.ID, Bone - Sulit tidur atau insomnia menjadi keluhan yang semakin sering dialami masyarakat, terutama di tengah tekanan hidup modern. Gangguan ini tidak hanya berdampak pada rasa lelah, tetapi juga memengaruhi kesehatan mental dan kualitas hidup secara keseluruhan.
Menurut dr. Radiatul Indatil, Sp.KJ, sulit tidur sering kali berkaitan erat dengan kondisi psikologis seseorang. Stres, kecemasan, hingga depresi menjadi faktor utama yang memicu seseorang mengalami kesulitan tidur.
Ia menjelaskan bahwa pikiran yang terus aktif, terutama pada malam hari, membuat otak sulit memasuki fase istirahat. “Akibatnya, seseorang bisa mengalami kesulitan untuk mulai tidur, biasanya lebih dari 30 menit, sering terbangun di malam hari, atau bangun terlalu dini dan sulit kembali tidur,” jelas dr. Radiatul saat berbincang dalam program Halo Dokter RRI Bone edisi Rabu, 6 Mei 2026.
Selain itu, saat bangun di pagi hari, tubuh terasa tidak segar dan kondisi emosi menjadi lebih rentan. Berdasarkan hasil evaluasi, gangguan sulit tidur yang perlu mendapat perhatian adalah yang berlangsung lama, yakni terjadi minimal tiga kali dalam seminggu selama tiga bulan berturut-turut.
“Frekuensinya tiga kali dalam seminggu selama tiga bulan ini yang menjadi indikator gangguan tidur yang perlu diperhatikan secara medis,” ungkap dr. Radiatul.
Lebih lanjut, dr. Radiatul menyarankan penerapan sleep hygiene atau kebiasaan tidur yang sehat untuk mengatasi insomnia. Hal ini meliputi menjaga jadwal tidur yang konsisten, menciptakan suasana kamar yang nyaman, serta menghindari stimulasi berlebihan sebelum tidur.
“Ciptakan lingkungan tidur yang nyaman, lakukan relaksasi, dan hindari konsumsi kopi serta penggunaan handphone sebelum tidur. Waktu tidur dan bangun juga harus konsisten. Selain itu, hindari aktivitas fisik yang terlalu berat karena kelelahan berlebih justru bisa membuat sulit tidur,” tambahnya.
Ia juga menekankan pentingnya mencari bantuan profesional jika insomnia berlangsung lebih dari dua minggu atau mulai mengganggu aktivitas sehari-hari. Penanganan yang tepat dapat membantu memulihkan kualitas tidur sekaligus menjaga kesehatan mental secara menyeluruh.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....