Hal Sederhana dalam Menjaga Kesehatan Balita

  • 31 Jul 2025 19:21 WIB
  •  Bone

KBRN,Bone: Menjaga kesehatan balita tak selalu harus dengan tindakan besar dan mahal. Ada lima langkah sederhana yang sering diabaikan, tapi sangat penting dalam mendukung tumbuh kembang anak usia dini.

Dilansir dari laman resmi Kementerian Kesehatan RI (kemkes.go.id) ada lima tips mencakup kebiasaan sehari-hari yang dapat diterapkan oleh orang tua di rumah untuk Menjaga Kesehatan Balita yang Sering Dianggap Sepele tapi Penting, menjelaskan secara rinci dampak dari setiap kebiasaan terhadap kesehatan anak.

Langkah pertama yang disarankan adalah mencuci tangan sebelum menyusui atau memberi makan. Kemenkes mencatat, kebiasaan ini mampu menurunkan risiko diare hingga 40 persen. Pasalnya, tangan yang kotor berpotensi menularkan kuman penyebab penyakit pencernaan yang masih rentan menyerang anak usia balita.

Tips kedua adalah menjaga kebersihan mainan. Balita yang aktif sering memasukkan mainan ke mulutnya tanpa disadari. Bila mainan tersebut tidak rutin dibersihkan, maka dapat menjadi sarang virus seperti rotavirus dan norovirus. Kemenkes menganjurkan sterilisasi sederhana secara rutin dengan air sabun atau disinfektan yang aman.

Tidur cukup dan teratur menjadi poin ketiga. Balita yang tidur kurang dari 10 jam per hari berisiko mengalami penurunan daya tahan tubuh dan gangguan perilaku. Oleh karena itu, Kemenkes menyarankan orang tua menciptakan rutinitas tidur yang konsisten serta membatasi paparan layar sebelum waktu tidur.

Sementara itu, Kemenkes juga menyoroti pentingnya tidak memaksa anak makan. Pendekatan yang dianjurkan adalah responsive feeding, yakni memberi makan berdasarkan sinyal lapar dan kenyang dari anak. Kebiasaan memaksa makan justru bisa mengganggu pola makan alami dan menurunkan nafsu makan.

Saran terakhir dari Kemenkes adalah memberikan paparan sinar matahari pagi sebelum pukul sembilan. Sinar matahari membantu tubuh anak memproduksi vitamin D secara alami yang penting bagi pertumbuhan tulang dan sistem imun. Kurangnya paparan ini dapat meningkatkan risiko kekurangan vitamin D yang berdampak pada pertumbuhan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....