Sarjana Ekonomi Ini Memilih Lanjutkan Usaha Sate Madura
- 24 Agt 2025 14:42 WIB
- Bone
KBRN,Bone: Keputusan Tumina, SE., untuk menekuni usaha kuliner sate ayam madura di Bajoe, Bone, menjadi bukti keseriusannya menjaga warisan keluarga. Meski menyandang gelar sarjana ekonomi, ia memilih membantu orang tua yang sudah sepuh, dibanding bekerja kantoran.
“Saya sebenarnya sudah pernah kerja, tapi orang tua sudah tua. Jadi saya yang turun tangan melanjutkan usaha ini,” jelas Tumina saat ditemui di warung sate ayam madura Bajoe, Minggu(24/8/2025).
Usaha ini awalnya dirintis oleh kedua orang tuanya sejak tahun 1980-an di Jakarta, sebelum akhirnya pindah ke Bone pada akhir 90-an. Lokasi pertama berada di pintu palang Pelabuhan Bajoe, kemudian bergeser ke dekat Puskesmas Bajoe hingga sekarang.
Meski lahir di Bone, Tumina tidak melupakan cita rasa khas Madura. Baginya, menjaga keaslian resep dan konsistensi bumbu menjadi kunci agar pelanggan tetap setia.
“Walau harga bahan naik, rasa tidak boleh berubah. Konsumen selalu ingin yang sama,” ujarnya.
Resep tersebut kini juga dibagikan ke saudara-saudaranya yang membuka cabang di Kendari, Makassar, dan Jakarta. Sementara di Bajoe, respons masyarakat sangat positif, bahkan pelanggannya datang dari luar daerah hingga Jakarta.
Selain sate, Tumina menambahkan menu lontong, sup ayam, dan ceker untuk melengkapi sajian. Harga per porsi berkisar Rp25.000–Rp30.000. Ia membuka lapak mulai pukul 16.00 hingga 23.00 WITA setiap hari.
Di balik semua itu, motivasi terbesarnya adalah membanggakan kedua orang tua dan membuktikan bahwa pilihan menjadi pengusaha juga bisa mengantar pada kesuksesan. “Banyak yang bilang kenapa tidak kerja kantoran, tapi saya yakin rezeki bisa datang dari mana saja. Yang penting tekun,” tegasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....