Mahasiswa KKNT IPB Menggelar Program Sekolah Tangguh Bencana di Kulon Progo

  • 19 Agt 2026 21:19 WIB
  •  Bogor

RRI.CO.ID, Bogor – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Inovasi IPB University mengadakan program "Sekolah Tangguh Bencana" bagi siswa sekolah dasar di Kalurahan Bugel, Kapanewon Panjatan, Kabupaten Kulon Progo. Program ini menyasar siswa SD Negeri Bugel, SDN Ngebung Beran, dan SD Muhammadiyah Bugel dengan total peserta 135 anak serta dilaksanakan dalam 4 kali sesi mulai akhir bulan Juli hingga bulan Agustus 2026

Program ini digagas untuk menjawab kerentanan wilayah pesisir Bugel terhadap cuaca ekstrem seperti angin kencang, hingga potensi gempa bumi dan tsunami. Sasarannya bukan hanya petani, tapi juga generasi muda agar kesiapsiagaan bencana tertanam sejak usia dini.

Program ini merupakan bagian dari KKNT Inovasi IPB yang beranggotakan Dadan Ramdani (Ketua Pelaksana), Tiara Damayanti, Farah Nur Izzati, Nazwa Nurwildan, Pinastika Maharani, Farhana Wahyuni, Rebiyansyah, dan Ronal Adiputra Sebayang, di bawah bimbingan dosen pembimbing lapangan Wisnu Widikdo, M.Si.

Program Sekolah Tangguh Bencana dirancang dalam tiga rangkaian kegiatan. Pertama, Natural Disaster Mini Class, berupa pemaparan materi ringan mengenai angin kencang, tsunami, dan gempa bumi beserta langkah mitigasinya dengan bahasa yang sederhana untuk anak-anak. Kegiatan kedua adalah Simulasi Bencana Gempa Bumi, di mana siswa dibimbing untuk melakukan teknik perlindungan diri dasar dan dikenalkan langsung dengan titik-titik evakuasi yang ada di lingkungan sekolah.

Puncak dari program ini adalah Disasters Adventure Game, berupa permainan ular tangga bencana raksasa yang dilengkapi pertanyaan seputar mitigasi bencana untuk menguji pemahaman para siswa. Melalui permainan ini, siswa diajak memahami perilaku siaga bencana sambil bermain sekaligus memicu kerja sama tim sehingga materi siaga kebencanaan lebih mudah diserap dibanding menggunakan metode ceramah konvensional.

Sebagai penutup rangkaian kegiatan, siswa pemenang permainan akan menerima apresiasi berupa tas siaga bencana yang dilengkapi peralatan darurat fungsional, mulai dari senter mini sebagai penerangan, jas hujan untuk perlindungan, hingga peluit tanda bahaya sebagai alat penyelamatan diri saat membutuhkan pertolongan. Guru SD Negeri Bugel, Isti, menyambut baik dan mengapresiasi tinggi program Sekolah Tangguh Bencana ini.

“Kami sangat senang dengan adanya program ini dari mahasiswa, murid kami jadi mendapatkan suasana belajar tanggap bencana yang baru dengan seru dan menyenangkan.” ujar Isti, Rabu, 19 Agustus 2026.

Sementara itu, Ketua Pelaksana, Dadan Ramdani mengatakan melalui rangkaian edukasi dan simulasi tersebut, siswa diharapkan mampu mengidentifikasi tanda-tanda bahaya cuaca ekstrem secara mandiri serta menerapkan langkah keselamatan dasar tanpa harus mengalami kepanikan. Lebih dari itu, pengetahuan yang didapat anak-anak ini diharapkan dapat ditularkan kepada keluarga dan lingkungan sekitar rumah. Dengan demikian, anak-anak dapat bertindak sebagai agen perubahan yang turut memperkuat resiliensi dan budaya siaga bencana di tengah masyarakat Kalurahan Bugel secara berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....