IPB University Kirim 6.350 Nasi Steril Instan dan Mesin Penjernih Air ke NTT

  • 08 Sep 2026 20:37 WIB
  •  Bogor

RRI.CO.ID, Bogor - IPB University melalui IPB Peduli menggalang bantuan dari berbagai pihak kepada warga terdampak bencana di di Nusa Tenggara Timur. Bantuan tersebut antara lain 6.350 nasi steril instan siap makan.

Selain itu Tim IPB juga mengirim mesin penjernih air dikirimkan melalui darat dan laut untuk membantu para korban bencana gempa. Aksi tersebut digalang oleh Lembaga Pengembangan Agromaritim dan Akselerasi Innopreneurship (LPA2I) IPB University, Aksi Relawan Mandiri Himpunan Alumni IPB, Yayasan Satu Umat Alumni SMAN 70 Jakarta, serta BEM SI, yang dihimpun melalui BEM KM IPB.

Bantuan dilepas langsung Rektor IPB University, Alim Setiawan Slamet dari Science Techno Park (STP) IPB Kota Bogor, Selasa 8 September 2026.

"Alhamdulillah hari ini kita bisa melepas bantuan sebanyak 6.350 nasi steril instan siap makan. Ini hasil inovasi Pak Dr. Cahyo Budiman, dosen IPB, dan tidak sampai disini juga kedepan juga akan mengirim tenaga ahli untuk percepatan pemulihan pasca bencana dan program program lain seperti ketahanan pangan,” jelas Rektor IPB University, Dr. Alim Setiawan Slamet.

Tidak hanya nasi steril yang dapat bertahan lama hingga bertahun tahun. Inovator nasi steril Dr. Tjahja Muhandri yang juga dosen Fakultas Teknik dan Teknologi IPB University juga menempatkan peralatan sterilisasi (retort) di lokasi bencana.

"Sebenernya bukan nasinya , tapi alatnya yang dapat memproduksi cepat dan langsung tanpa harus menunggu lama di kirim, alatnya sederhana dan nasi yang sudah di proses tinggal di rebus menggunakan air yang kotor pun bisa karena nasinya terlindungi kemasan ini,” tambah Dr. Tjahja Muhandri.

Alat berbasis panci presto ini dirancang untuk mensterilisasi produk makanan dalam kemasan pouch atau kaleng tahan panas dengan cara yang sederhana dan mudah digunakan.

Ketua Umum Aksi Relawan Mandiri Himpunan Alumni (ARM HA) IPB Ahmad Husein mengatakan kolaborasi antara IPB University dan alumni menjadi salah satu kekuatan dalam merespons bencana.

"Kita juga telah terdaftar dalam data BNPB dan Basarnas, dan kita memiliki pengalaman yang cukup panjang dalam penanganan bencana seperti di Aceh dan Sumatera karena kita memiliki jaringan dan perwakilan di setiap daerah terutama di NTT ada yang memandu dan kami membuka dua posko disana,kondisi jalan di sana terbelah dan rusak sehingga tidak dapat membawa beban lebih dari satu ton jadi harus menggunakan sepeda motor" ujar Ahmad Husein.

Proses distribusi bantuan dilakukan melalui jalur darat karena adanya hambatan udara akibat debu erupsi gunung Anak Krakatau. Berat bantuan nasi steril instan yang mencapai sekitar 1,27 ton, akan menggunakan kendaraan roda dua ke lokasi bencana dan pengiriman ditargetkan tiba di lokasi maksimal dalam waktu satu pekan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....